Gubernur berharap Saipem Karimun kerjakan Proyek Masela

id Gubernur Kepri ,Nurdin Basirun ,Saipem,Karimun,Masela

Gubernur Kepri Nurdin Basirun (Antaranews Kepri/Ogen)

Saipem tidak tutup. Namun karena tidak ada proyek, mengurangi tenaga kerja. Ibarat tukang jahit yang sedang sepi pesanan
Karimun (Antaranews Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berharap PT Saipem Indonesia Karimun Branch yang beroperasi di Kawasan Perdagangan Bebas Karimun mengerjakan Proyek Migas Masela di Maluku.

"PT Saipem sedang mengikuti lelang tender proyek ini. Kami sangat berharap menang dan mengerjakan proyek ini," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Nurdin Basirun mengatakan, Proyek Masela merupakan proyek besar, lebih besar dibandingkan Proyek Jangkrik yang dikerjakan Saipem dua tahun lalu.

Dia mengatakan, penyerapan tenaga kerja juga jauh lebih besar dibandingkan proyek-proyek yang pernah dikerjakan perusahaan konstruksi anjungan minyak lepas pantai asal Italia itu.

Dia menyebutkan, jumlah tenaga kerja yang akan diserap bisa lebih dari 14.000 orang dengan masa pengerjaan proyek selama empat tahun.

"Kalau memang Saipem dipercaya untuk mengerjakan proyek ini, akan berdampak positif bagi pengembangan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas (free trade zone/FTZ) yan akhir-akhir ini agak lesu akibat perekonomian global," katanya.

Gubernur juga menampik isu PT Saipem tutup menyusul tidak ada pekerjaan sejak 2018 sehingga memicu pemberhentian tenaga kerja dalam jumlah besar.

PT Saipem yang semula memiliki tenaga kerja sekitar 14.000 orang, kini tinggal sekitar 2.000 orang, dan diperkirakan akan terus menyusut pada angka ratusan orang.

"Saipem tidak tutup. Namun karena tidak ada proyek, mengurangi tenaga kerja. Ibarat tukang jahit yang sedang sepi pesanan," kata dia.

Sebagai Ketua Dewan Kawasan, Nurdin menyatakan terus berupaya untuk menggairahkan kembali perekonomian Kepri, terutama di kawasan FTZ, baik di Karimun, Batam, Tanjungpinang maupun Bintan.

"Kami juga sedang menyiapkan proses seleksi ketua BP Karimun yang definitif. Sementara, pejabat lama kita perpanjang masa tugasnya sampai dilantiknya pejabat baru," tuturnya.

PT Saipem merupakan perusahaan terbesar dan pertama yang beroperasi sejak status FTZ Karimun diberlakukan, dan beroperasi di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq juga menyangkap bahwa PT Saipem akan tutup seiring dengan pengurangan karyawan dalam jumlah besar yang dilakukan secara bertahap sejak 2017. 
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar