
Ratusan jamaah haji asal Lampung belum dapat makanan

Metro (ANTARA) - Ratusan jamaah haji asal Kota Metro, Lampung melapor membutuhkan bantuan karena belum mendapatkan makanan sedari pagi hingga sore hari waktu Mina, Arab Saudi.
Ketua Regu 2 dari rombongan 1 JKG 36 Yulianto Putra, Rabu, melaporkan kondisi belum mendapatkan makanan dari para jamaah haji tersebut.
Ia meminta awak media segera menyampaikan informasi tersebut ke pemerintah, agar Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dapat segera berkoordinasi dengan Arab Saudi.
"Saya Yulianto Putra Ketua Regu Dua dari rombongan 1 JKG 36. Kami dari tadi pagi tidak mendapatkan sarapan, tidak mendapatkan makan siang, air minum menipis, dan lansia banyak yang sakit," kata dia kepada awak media melalui sambungan telepon, Rabu.
Dia menuturkan, kondisi terkini dari Mina, Arab Saudi, ratusan jamaah asal Kota Metro membutuhkan bantuan Pemerintah RI.
"Kami hanya dikasih makan mi, bahkan ada yang tidak dapat sehingga kami di sini telantar. Mohon dibantu bagi Pemerintah Kota Metro untuk menyampaikannya ke pemerintah pusat, JKG 36. Itu saja informasinya dari Mina, tolong dibantu. Assalamualaikum," katanya pula.
Senada diutarakan salah seorang jamaah asal Metro yang berhasil dihubungkan dengan awak media. Dalam tenda yang di tempatinya hanya terdapat 120 kasur dengan 207 jamaah.
"Saat ini pukul 14.53 waktu Mekkah, di Mina semua belum mendapat sarapan dan makan siang. Di tenda ini berisi 120 kasur untuk 207 jamaah," ujarnya lagi.
"Meskipun bersempit-sempit, jamaah tetap sabar dan semuanya siap untuk melaksanakan lempar jumrah besok dan lusa. Kondisi kelelahan lapar padahal besok masih harus lepar jumrah lagi, kurang lebih 6 kilometer," katanya pula.
Dia menerangkan bahwa seluruh jamaah haji asal Metro memiliki kurang lebih 30 persen lansia. Yang mana kondisinya kini telah banyak yang mengalami sakit.
Hingga kini Kemenag Kota Metro belum dapat di konfirmasi terkait dengan aduan jamaah haji asal Bumi Sai Wawai kepada awak media melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menyesalkan kelambanan perusahaan Mashariq dalam menyiapkan layanan jamaah haji di Muzdalifah dan Mina.
Proses pemberangkatan jamaah dari Muzdalifah ke Mina mengalami keterlambatan dan layanan konsumsi di Mina juga tidak terdistribusi dengan baik dan lancar, serta ketersediaan kasur yang tidak sesuai jumlah jamaah.
"Kami sudah sampaikan protes keras ke Mashariq terkait persoalan yang terjadi di Muzdalifah. Kami juga meminta agar tidak ada persoalan dalam penyediaan layanan di Mina," kata Hilman di Mina, Rabu (27/6) waktu setempat.
"Kami akan terus kawal ini, agar Mashariq bergerak lebih cepat dalam penyiapan layanan bagi jamaah haji," katanya.
Protes keras disampaikan ke Mashariq, lanjut Hilman, karena penyediaan layanan di Arafah - Muzdalifah - Mina (Armina) sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka. Mekanisme ini juga dilakukan oleh semua negara, proses penyediaan layanan dalam skema kemitraan dengan otoritas Mashariq.
"Jadi di Armina, sepenuhnya penyediaan layanan dilakukan Mashariq karenanya, kami minta agar semua hak jamaah haji Indonesia bisa diberikan dengan baik," tegasnya.
Hilman minta Mashariq dapat mengambil keputusan cepat dalam mengantisipasi setiap potensi munculnya masalah sehingga, potensi yang ada bisa segera diselesaikan dan tidak merugikan jemaah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jamaah haji asal Metro Lampung melaporkan belum dapat makanan
Pewarta : Agus Wira Sukarta/Hendra Kurniawan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
