Logo Header Antaranews Kepri

Penguatan Rupiah Ancam Pengusaha Batam

Senin, 7 Maret 2011 15:52 WIB
Image Print
Menteri Keuangan Agus Martowadoyo. (kepri.antaranews.com/YJ Naim)

Batam (ANTARA News) - Penguatan rupiah atas mata uang dolar AS mengancam pengusaha Batam yang mayoritas berorientasi pada ekspor.

"Kami khawatir, kalau rupiah menguat pengusaha Batam terpukul," kata penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau Abidin Hasibuan dalam dialog bersama Menteri Keuangan di Batam, Senin.

Saat ini, kata dia, pengusaha sudah sulit dengan nilai tukar Rp8.700 per dolar AS dan bila rupiah menyentuh level Rp8.000, maka diperkirakan banyak perusahaan yang mati.

"Kalau rupiah Rp8.000 per dolar, ekspor bisa rugi. Dan kalau di bawah Rp8.000, perusahaan bisa 'collaps'," kata dia.

Menurut dia, perusahaan di Batam hanya bagaikan tukang jahit yang menerima pesanan dari luar negeri. Seluruh bahan baku diperoleh dari luar negeri. Begitu pun hasil akhir dijual ke luar negeri.

"Dibandingkan dengan pengusaha Jakarta, kami tidak ada untuk domestik," kata dia.

Abidin Hasibuan meminta pemerintah pusat mengendalikan nilai rupiah agar tidak terus menguat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mengatakan penguatan rupiah penting untuk menjaga inflasi.

"Kalau di atas Rp9.000 (per dolar AS), susah juga, bisa inflasi," kata dia.

Sedangkan inflasi saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat untuk terus ditekan.

Namun, aduan pengusaha yang mengeluhkan penguatan rupiah akan menjadi masukan untuk membuat kebijakan selanjutnya, kata dia.
(Y011/Y006/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026