Logo Header Antaranews Kepri

SKK Migas sebut 95 persen SDM industri hulu migas di Kepri pekerja lokal

Rabu, 12 Juli 2023 17:03 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus (ANTARA/Yude)

Batam (ANTARA) - Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus menyebutkan 95 persen Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) diisi tenaga kerja lokal.

"Tenaga lokal di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang sudah cukup lama beroperasi di Kepri saat ini, sekitar 95 persen sudah menggunakan tenaga kerja lokal," ujarnya di Batam, Kepri, Rabu.
Sedangkan sisanya, kata dia, KKKS merekrut tenaga kerja asing di posisi-posisi ahli.

Baca juga: Ombudsman minta Disdukcapil Batam meningkatkan pelayanan

Adapun posisi-posisi tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di industri itu adalah tenaga kerja teknis, seperti tukang las (welder) dan scaffholder (perancah). Tenaga kerja tukang las terutama banyak dibutuhkan, kata dia, mengingat pembangunan proyek-proyek industri hulu migas saat ini tengah digencarkan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Mangara M Simarmata mengatakan pihaknya terus menggelar pelatihan-pelatihan khusus teknis yang dapat menunjang pembangunan proyek hulu migas. Ia juga mengakui saat ini tenaga kerja tukang las adalah yang paling dibutuhkan.
Untuk mendukung keterlibatan lebih banyak tenaga kerja lokal di industri tersebut, pihaknya mendorong kerja sama permagangan antara sekolah vokasi dengan perusahaan. Ia menyebutkan sudah ada beberapa perusahaan yang telah membuka peluang magang untuk siswa-siswi di salah satu SMK Negeri di Batam.

Baca juga: Kemenkumham kirim 92 atlet di Pornas KORPRI ke-XVI

"Ada beberapa perusahaan yang kami sudah upayakan untuk kerja sama terkait program-program magang dan pelatihan," ucapnya.
Ia juga mengimbau perusahaan-perusahaan, khususnya yang bergerak di industri hulu migas, agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja dengan langkah-langkah keamanan yang sesuai prosedur.
"Kecelakaan kerja pada saat pekerja berangkat dan pulang kerja juga menyumbang angka cukup tinggi, persentasenya mencapai 50 persen," katanya.

Baca juga:
SKK Migas minta pabrikan di Batam tingkatkan kapabilitas SDM

Delapan kelurahan di Batam bebas stunting pada 2023

Polisi tangkap dua tersangka tambang pasir ilegal di Batam

KPK sita barang bukti elektronik usai geledah kantor Andhi Pramono di Batam



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026