
Warga Sei Binti Jaga Rumah Tolak Penggusuran

Batam (ANTARA News) - Puluhan warga Sei Binti berjaga di sekitar rumahnya, menolak rencana penggusuran oleh aparatur Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan Batam.
"Hari ini, kami sepakat tidak ada yang bekerja. Semua menjaga rumah agar tidak digusur," kata pengurus Ketua RT 07 RW 05 Sei Binti, Buyar dan Yabani Handiri di Batam, Rabu.
Ia mengatakan warga resah terhadap ancaman penggusuran. Apalagi setelah aliran listrik dari kavling untuk kawasan itu diputus.
Warga menolak penggusuran dengan tawaran penggantian lahan di kavling Blok C dan uang sagu hati Rp600.000 per kepala keluarga.
Penolakan itu, kata Yabani, karena tidak sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat DPRD Batam sebelumnya.
"'Hearing' sebelumnya sudah disepakati tidak ada penggusuran sebelum persoalannya selesai. Tapi sekarang Ditpam mau menggusur," katanya.
Warga menginginkan penggantian lahan di kavling blok M Dapur 12, bukan blok C.
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat DPRD Kota Batam, Komisi I DPRD mengingatkan Satpol PP dan Direktorat Pengamanan BP Batam tidak arogan menyikapi rencana penggusuran.
Penggusuran tetap akan dilaksanakan demi pembangunan sekolah, sesuai dengan alokasi BP Batam untuk Pemkot Batam.
(Y011/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
