Logo Header Antaranews Kepri

Ormas Islam Tuntut Pemkot Bubarkan Ahmadiyah

Minggu, 10 April 2011 17:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Aliansi organisasi masyarakat Islam menuntut Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau tegas untuk membubarkan penganut kepercayaan Ahmadiyah.

"Kami minta pemerintah tegas membubarkan Ahmadiyah sebelum ormas beraksi sendiri-sendiri," kata koordinator aliansi Ormas Islam, Santoso di Batam, Minggu.

Menurut dia, sebetulnya sudah banyak ormas yang ingin melakukan aksi membubarkan Ahmadiyah di Batam dan Kepri, namun gerakan itu masih bisa dibendung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam.

"Kami khawatir jika pemerintah tidak segera tegas membubarkan Ahmadiyah, aksi-aksi itu tidak lagi bisa dibendung," kata pria yang juga sekretaris MUI Batam.

Keberadaan Ahmadiyah, kata dia, bagaikan bom waktu yang siap meledak bila tidak segera dimatikan.

Ormas Islam menghitung terdapat 78 penganut Ahmadiyah di Kota Batam dan 136 orang di seluruh Provinsi Kepri.

Sekitar 30 ormas Islam berencana melakukan aksi unjuk rasa menuntut ketegasan Pemkot Batam dan Pemprov Kepri membubarkan Ahmadiyah di Kantor Pemkot Batam.

"Rencanya ada 5.000 orang yang akan terlibat aksi besok," kata Santoso.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo mengatakan Pemprov sudah membentuk tim untuk menyelesaikan Ahmadiyah.

Menurut dia, persoalan Ahmadiyah tidak bisa diselesaikan dengan tergesa-gesa karena sangat sensitif sehingga perlu pertimbangan yang matang.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan Pemkot Batam menunggu keputusan Pemprov Kepri terkait Ahmadiyah.

Wali Kota mengatakan sebenarnya sudah menerima surat dari MUI yang meminta membubarkan Ahmadiyah. Namun belum dapat membuat keputusan sendiri.

"Saya sampaikan kepada Gubernur untuk dibuat peraturan, agar satu provinsi kebijakannya sama, jangan berbeda antara Batam dan kabupaten kota lain," kata Wali Kota.

(ANT-YJ/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026