
Bapedalda Batam Tegur Pabrik Cokelat PMA

Batam (ANTARA News) - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam memberikan surat teguran kepada manajemen pabrik cokelat milik pemodal asing karena mengeluarkan polusi bau.
"Kami sudah memberikan surat teguran pada perusahaan PMA atas bau yang dikeluarkan," kata Kepala Bapedalda Batam Dendy Purnomo, Selasa.
Ia mengatakan masyarakat mengeluhkan bau cokelat gosong yang berasal dari proses pembakaran uji coba produksi cokelat sehingga Bapedalda turun tangan.
Surat teguran yang dikeluarkan pada 9 Maret 2011 itu berisi permintaan kepada Asia Cacao untuk mengurangi bau agar tidak mengganggu masyarakat.
Bapedalda memberikan waktu satu bulan kepada perusahaan asing itu untuk mengurangi bau dengan cara mengevaluasi uji coba produksi.
Perusahaan asing yang berlokasi di kawasan industri Tunas itu, kata dia, melakukan uji coba menggunakan uap panas untuk mengupas dan membentuk cokelat sehingga asap uap panas menguap dan menyebar ke perumahan.
"Kami meminta mereka mengurangi uji coba dari 20 karung per hari menjadi 10 karung per hari," kata dia.
Bapedalda juga meminta Asia Cacao mencari teknologi alternatif untuk memproduksi cokelat tanpa mengeluarkan polusi atau menggunakan teknologi untuk mengikat bau.
Meski begitu, kata dia, menurut UU Lingkungan Hidup, polusi bau relatif dan sulit diukur karena bau relatif, bisa menyengat untuk sebagian orang dan menyenangkan bagi orang lain.
Sementara itu, warga Batam Kota Suparman mengatakan bau menyengat tidak mengganggu.
"Kalau lewat di sana, saya merasa baunya justru enak," kata dia.
Ia mengatakan baunya mengundang selera.
Berbanding terbalik dengan Suparman, warga Batam Kota lainnya, Hendriyanto mengatakan bau cokelat menusuk hidung.
"Kalau lewat sebentar saja tidak apa-apa, tapi kalau lama-lama bisa mual," kata dia.
(ANT-YJ/N002/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
