
Bapedalda Batam Ajak Industri Kendalikan Pencemaran Air

Harus ada gerakan mengendalikan pencemaran, efisiensi penggunaan air bersih, dan recycle air limbah. Jika tidak, akan jadi masalah lima tahun yang akan datang
Batam (Antara Kepri) - Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam Kepulauan Riau mengajak pelaku industri di kota itu untuk mengendalikan pencemaran air, untuk kelestarian alam.
Kepala Bapedalda Batam Dendi Purnomo di Batam, Selasa, menyatakan pengendalian pencemaran air perlu dilakukan, mengingat makin terbatasnya jumlah air baku di kota itu.
Dalam pengendalian itu diharapkan limbah air dapat diolah menjadi air bersih kembali, dengan teknologi tertentu.
"Harus ada gerakan mengendalikan pencemaran, efisiensi penggunaan air bersih, dan recycle air limbah. Jika tidak, akan jadi masalah lima tahun yang akan datang," ujar Dendi Purnomo di sela-sela sosialisasi tentang pengendalian pencemaran air bersama peserta dari kawasan industri, hotel, dan pasar.
Ia mencatat, ketersediaan air di Batam saat ini sebanyak 3.800 liter per detik yang berasal dari tujuh waduk. Sedangkan air yang terkonsumsi sebanyak 3.400 liter per detik.
"Artinya hanya tersisa 400 liter per detik. Maka perlu ada gerakan untuk penghematan, daur ulang, dan menjaga kualitas air yang masuk ke waduk," katanya.
Menurut Dendi, sebenarnya pelaku industri peduli terhadap pengendalian pencemaran air.
Sejumlah perusahaan juga sudah mengantongi izin pengeluaran air limbah dan lainnya, sebagai tanda kepeduliannya.
"Beberapa kawasan industri di Batam juga sudah punya pengelolaan air limbah sendiri. Contohnya Batamindo. Sudah ada MoU antara Batamindo dan Pemkot. Mereka berkewajiban mengolah air limbah 1000 meter kubik per hari. Kalau itu bisa dilakukan maka makin panjang usia air kit. Kita minta Batamindo komit terhadap itu," jelas Dendi.
Di antara puluhan kawasan industri di Batam, Pemkot menjadikan Batamindo sebagai prioritas karena pengguna air terbanyak.
Setelah Batamindo, prioritas selanjutnya adalah kawasan industri lain seperti Panbil dan Kabil. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
