Logo Header Antaranews Kepri

Bapedalda: Kualitas Udara Batam Sangat Tidak Sehat

Selasa, 22 September 2015 16:40 WIB
Image Print
Siang ini pukul 15.00 WIB, ISPU pada angka 230, kategori sangat tidak sehat

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam menyatakan kualitas udara di kota itu masuk kategori sangat tidak sehat, karena Indeks Standar Pencemaran Udara pada Selasa siang mencapai 230.

"Siang ini pukul 15.00 WIB, ISPU pada angka 230, kategori sangat tidak sehat," kata Kepala Bapedalda Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Selasa.

Hujan lokal dengan intensitas ringan yang mengguyur beberapa daerah di Batam belum mampu menghilangkan kabut asap akibat kebakaran hutan.

Bapedalda mengimbau masyarakat agar menggunakan masker jika berada di luar ruangan agar tidak terpapar debu asap yang bisa membahayakan kesehatan.

Menurut Dendi, kualitas udara di kota industri masih fluktuatif, setelah sehari sebelumnya sempat menunjukkan kualitas sedang.

Dendi menjabarkan, pada Selasa pagi ISPU sempat menunjukkan angka 67, namun kualitas terus menurun hingga level 120 pada pukul 13.00 WIB.

"Masih fluktuatif," kata Dendi.

Bapedalda akan terus memantau kualitas udara menggunakan alat ISPU di stasiun Simpang Jam.

"Kami lihat sampai nanti malam, kalau stabil di atas 200 atau lebih tinggi kemungkinan kami akan bagi masker kembali," kata dia.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam memastikan siap mengevakuasi warga kota yang terpapar kabut asap bila kualitas udara terus memburuk dan mengganggu kesehatan masyarakat.

"Kalau sudah membahayakan, maka kami siap mengevakuasi," kata Kepala BPBD Kota Batam Asman.

BPBD sudah menyiapkan langkah-langkah strategis bila evakuasi dibutuhkan untuk menyelamatkan warga.

BPBD terutama akan mengevakuasi ibu hamil, anak-anak dan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut, untuk tidak memperparah penyakitnya.

Pemerintah juga akan mengeluarkan dana bencana darurat bila kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di atas 300, dengan status bahaya.

"Antisipasi dilakukan berdasarkan kadar bahayanya. Kalau sampai seperti di Pekanbaru, itu bahaya," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026