Logo Header Antaranews Kepri

Bapedalda: Kualitas Udara Batam Sangat Tidak Sehat

Selasa, 15 September 2015 04:39 WIB
Image Print
CO, Carbonmonoksida yang apabila berdekatan dengan oksigen akan mengikatnya. Jadi oksigen itu berkurang

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam menyatakan kualitas udara kota itu sangat tidak sehat berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara yang dipasang di pusat kota, Senin sore.

"Pada pukul 16.00 WIB, ISPU 202, pada pukul 17.00 ISPU 180," kata Kepala Bapedalda Batam Dendi Purnomo.

Padahal, sebelum ada asap kiriman, ISPU Kota Batam kategori baik dan sehat.

Dendi mengajak warga Batam untuk berdoa minta hujan, demi meminimalkan dampak kabut asap yang bergelayut di Kota Batam.

Ia menjelaskan indeks ISPU merupakan gabungan dari berbagai kandungan dalam debu, untuk menyeragamkan standar baku mutu dan satuan yang berbeda-beda.

Dan dalam papan ISPU di Batam, kandungan yang paling menonjol adalah PM10 atau partikulat matrial, 10 mikron.

"ISPU itu gabungan PM10, SOx, NOx dan COx. Jadi kami tampilkan adalah indeksnya saja yaitu ISPU," kata Dendi.

"Jadi kalau di rata-rata nilai ISPU ada kecenderungan naik dari sedang ke tidak sehat," kata dia melanjutkan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Batam menetapkan persoalan kabut asap yang melanda kota itu sudah masuk dalam kategori luar biasa, karena semakin pekat dan membuat sakit mata serta tenggorokan.

"Ini kami anggap kasus luar biasa," kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati.

Kabut asap dinilai sudah mengganggu aktivitas dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, hingga Dinkes menetapkan luar biasa.

Dinkes mengimbau warga untuk menghindari aktifitas luar ruangan, demi menghindari paparan kabut asap.

Dinkes juga mengimbau warga untuk mengkonsumsi banyak air putih, minimal 3 liter dalam sehari, serta meminum susu demi menetralisir racun tubuh. "Kalau sakit, bawa ke pelayanan kesehatan," kata dia.

Ia menilai kabut asap relatif berbahaya bagi kesehatan manusia karena mengandung sejumlah zat kimia.

"CO, Carbonmonoksida yang apabila berdekatan dengan oksigen akan mengikatnya. Jadi oksigen itu berkurang," kata dia menjelaskan.

Padahal darah itu memerlukan oksigen untuk membantu pematangan darah dan pengangkutan darah ke seluruh tubuh.

Debu asap juga menyebabkan batuk, karena udara tidak bersih. "Ada partikel-partikel yang masuk ke paru-paru," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026