Logo Header Antaranews Kepri

Kertas Soal UN Batam Banyak yang Rusak

Senin, 18 April 2011 12:56 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Batam diwarnai banyaknya kertas soal yang rusak dan tidak bisa digunakan.

"Memang ada kertas soal yang rusak, namun sudah kami ganti," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin usai meninjau pelaksanaan UN di beberapa sekolah, di Batam, Senin.

Ia mengatakan pelaksana ujian menyiapkan soal cadangan sebagai antisipasi soal rusak, sehingga tidak ada permasalahan. Sejauh ini, jumlah cadangan mampu menutupi soal-soal yang rusak.

Soal yang rusak ditemukan di SMK Kartini dan beberapa sekolah lainnya.

Selain soal rusak, panitia juga menemukan lembar jawaban yang kotor.

"Lembar jawaban yang kotor juga akan diganti," kata dia.

Menurut Muslim, lembar jawaban dan soal yang tidak dapat digunakan merupakan hal yang biasa dan dapat dimaklumi.

Ia mengatakan kemungkinan lembar-lembar itu kotor karena ditumpuk terlalu banyak dan lama.

Sebagian siswa mengatakan khawatir jawabannya tidak terekam di komputer karena lembar jawaban kotor.

"Takut tak terbaca, habis lembarnya sudah dekil," kata seorang siswi yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengatakan meminta pengawas mengganti lembar jawaban mengantisipasi hal terburuk.

"Tidak lucu kalau saya tidak lulus hanya karena lembar jawaban rusak," kata dia.

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan pelaksanaan UN di Batam berjalan lancar.

"Sampai saat ini pelaksanaan berjalan terkendali, tidak ada keluhan-keluhan," kata dia.

Ia berharap tingkat kelulusan UN Kepri meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Ya, harapannya lebih tinggi dari tahun kemarin," kata Wakil Guebernur sambil mengelak menyebutkan target kelulusan.(ANT-YJN/D009/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026