Petugas pelipat kertas suara patuhi protokol kesehatan

id pilkada batam 2020,pelipatan kertas suara,pelipatan kertas suara di batam

Petugas pelipat  kertas suara   patuhi protokol kesehatan

Anggota KPU Kota Batam Sastra Tamami memantau pelipatan kertas suara dalam Pilkada Batam 2020. ANTARA/HO-KPU Kota Batam

Batam (ANTARA) - Pelipatan kertas suara untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam 2020 tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19 demi menghindari penularan virus corona.

"Protokol kesehatan itu tetap, seperti mencuci tangan teratur dan pengukuran suhu tubuh serta pelipat juga wajib menggunakan masker dan jaga jarak antarpelipat," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam Herigen Agusti di Batam, Selasa.

Bahkan, pihaknya juga meminta agar tenaga kesehatan dari dinas kesehatan setempat untuk berjaga-jaga.

KPU Kota Batam melibatkan 200 orang sekitar sebagai tenaga pelipat kertas suara.

Saat ini, kertas suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri sudah sampai dan dalam pelipatan suara di gudang KPU.

Terdapat 603.260 lembar surat suara yang harus dilipat, yaitu sesuai jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 587.257 ditambah 2,5 persen.

Ia mengatakan bahwa surat suara untuk Pilkada Batam akan tiba sekitar pekan depan. Surat suara ini juga akan dilipat oleh masyarakat sekitar.

KPU menyiapkan dana Rp250 untuk setiap surat suara yang dilipat.

Selain memastikan penerapan protokol kesehatan, KPU Kota Batam juga meyakinkan tidak ada tindak kecurangan dalam pelipatan surat suara.

"Kami berkoordinasi dengan kepolisian. Setiap mereka masuk diperiksa, pulang juga begitu," katanya menjelaskan.

Pelipat juga dilarang membawa bolpoin atau benda tajam lain yang dikhawatirkan dapat merusak surat suara, termasuk peniti atau jarum pentul yang biasa digunakan perempuan berjilbab.

Selain itu, sebelum menjalankan tugasnya, pelipat suara juga menandatangan surat pernyataan akan bekerja sesuai dengan aturan KPU, dan tidak terlibat atau berhubungan dengan pasangan calon peserta Pilkada Batam.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar