Logo Header Antaranews Kepri

Natuna Dapat Enam Dokter Keluarga

Rabu, 4 Mei 2011 21:26 WIB
Image Print
Gubernur Kepulauan Riau HM Sani menyalami dokter keluarga di Natuna. (kepri.antaranews.clom/josengbie)

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Natuna, mendapat enam orang dokter keluarga yang direkrut dan dibiayai Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mendekatkan pelayanan tenaga kesehatan kepada warga masyarakat di pedesaan.

Gubernur Kepulauan Riau H Muhammad Sani di Ranai, Natuna, Rabu, menyerahkan mereka kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana kepada KAdisnkes Natuna Ahmad Mukhtar untuk ditempatkan di Kelurahan Bandarsyah, Sedanau, serta Desa Seluan, Teluk Buton Batubi dan Batu Belanak.

Menurut Gubernur, pada tahun ini Pemprov Kepri akan merekrut 100 orang dokter keluarga untuk ditempatkan di desa pada tujuh kabupaten dan pada tahap I Mei, sudah 50 orang, dan pada tahap II, Juli 50 orang lagi untuk implementasi pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium bidang kesehatan, melenmgka;pi pusemas dan posyandu.

Menurut Kadinkes Pempriv Kepri Tjetjep, dokter kelyarga wajib mengunjungi lima rumah dalam sehari, atau 100 rumah dalam sebulan dengan perhitungan 20 hari kerha dalam sebulan, selain bertugas di puskesmas.

Para dokter muda itu mendapat gaji per bulan Rp7 juta, asuransi dan pemondokan dari Pemprov Kepri dan akan mendapatb insentif dari pemeruintah daerah penempatan.

Dr Ardyanto (24), yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, dan
kini bertugas sebagai dokter keluarga di Natuna menyatakan salut atas terobosan Kadinkes Kepri dalam mendayagunakan dokter pegawai tidak untuk mengisi kekosongan akan tenaga kesehatan di desa-desa.

Tjetjep melakukannya terobosan itu sejak 2007 di Kecamatan Kundur, Karimun, ketika menjabat, Kadinkes Pemkab Karimun.

Dokter keluarga selaku fasilitator dapat berperan dalam upaya promotif kesehatan misalnya dengan menyukluhi warga masyarakat untuk jendela ke arah matahari pagi atau menjahit kelambu yang sobek supaya aman dari nyamuk.

Konsep dokter kelyuarga di kepri, berbeda dengan yang sudah ada, yaitu tidak hanya bertugas di rumah sakit atau puskemas, melainkan aktif mengunjungi rumah-rumah untuk memberi penyuluhan kesehatan, katanya.

Selain itu, pemerataan tenaga kedokteran, diperlukan di wilayah Kepri yang terdiri dari 66 persen perairan laut yang mengakibatkan warga di tempat terpencil sulit menjangkau puskesmas di kecamatan, apalagi di musim angin utara dan ombak tinggi.

Dokter keluarga telah ditempatkan Pemprov Kepri selain di Natuna, juga di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Pulau Galang, Kota Batam.

(ANT-JSB/BTM1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026