
138 Pejabat Pemkab Karimun Dimutasi

Karimun (ANTARA News) - Sebanyak 138 pejabat setingkat eselon II, III dan IV dimutasi serta dipromosikan mengisi sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan 138 pejabat yang dimutasi itu dipimpin Bupati Karimun Nurdin Basirun dengan dihadiri para pejabat di lingkungan pemerintah setempat di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun, Senin.
138 pejabat yang dilantik terdiri atas 13 pejabat eselon II, 41 eselon III dan 84 eselon IV.
Pejabat eselon II yang dimutasi di antaranya Drs Arnadi Supaat yang semula menjabat Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) dipromosikan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Sekkab), menggantikan HM Yasin MR yang menduduki jabatan baru sebagai staf ahli bupati bidang pemerintahan.
Posisi Kadinsos yang ditinggalkan Arnadi dipercayakan kepada Hurnaini yang semula menjabat Sekretaris DPRD.
Sedangkan jabatan Sekretaris DPRD yang ditinggalkan Hurnaini ditempati Zifridin yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan dan Keagamaan Sekkab.
Posisi Asisten Tata Pemerintahan yang semula dirangkap Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan KB dipercayakan kepada Raja Usman yang semula menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Sedangkan jabatan Kepala Bappeda dipercayakan kepada HTS Arif Fadillah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda).
Sementara, jabatan Kadispenda yang ditinggalkan Arif Fadillah ditempati Djunaidi yang semula menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (BPMD, Kesbangpollinmas).
Jabatan Kepala BPMD, Kesbangpollinmas ditempati Usman Ahmad yang semula menjabat Kepala Bidang Pengawasan Dinas Pertambangan dan Energi.
Rotasi juga terjadi pada jabatan Kepala Dinas Koperasi yang semula dijabat Suwedi, kini digantikan Amjon yang sebelumnya menjabat Kabag Humas Sekkab.
Sedangkan Suwedi menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakat dan Sumber Daya Manusia.
Selanjutnya, posisi Asisten Administrasi Umum Sekkab yang semula dirangkap Kepala Inspektorat Daerah M Ikbal diisi kembali oleh Syamsuardi, mantan calon bupati pesaing Nurdin Basirun yang diberhentikan sementara dari jabatan tersebut karena maju dalam Pilkada Karimun.
Sementara, mantan calon wakil bupati yang berpasangan dengan Syamsuardi, Syuryaminsyah kembali menempati jabatan semula sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya yang sebelumnya dijabat sementara oleh Zamri.
Dalam kesempatan itu, Bupati Nurdin juga mempromosikan Muhammad Tang yang semula menjabat Wakil Ketua Badan Pelayanan Perizinan Terpadu menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan.
Untuk pejabat setingkat eselon III, beberapa posisi strategis juga mengalami pergantian, seperti jabatan Kabag Kepegawaian M Firmansyah berganti posisi dengan Kabag Keuangan Kamarullazi.
Kemudian, posisi Kabag Humas yang ditinggalkan Amjon dipercayakan kepada M Yosli yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pertambangan Distamben dan Energi.
Jabatan camat pada beberapa kecamatan juga mengalami pergantian. Camat Kundur yang semulla dijabat Rosmawati digantikan Panji Sasmita yang sebelumnya menjabat Sekcam. Sedangkan Rosmawati menduduki jabatan baru sebagai Camat Tebing.
Camat Meral yang semula ditempati M Isnaini digantikan Dwiyandri Kurniawan yang sebelumnya menjabat Sekcam Meral.
Sedangkan M Isnaini menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris BPMD, Kesbangpollinmas.
Posisi Camat Kundur yang semula dijabat Ramli digantikan Raja Azli, sedangkan Ramli menjabat Camat Buru.
Kemudian, Camat Kundur Barat dipercayakan kepada Baginda Achmadsyah Lubis, Camat Moro ditempati oleh Eko Riswanto dan Camat Durai Muhammad Fidias.
Bupati Nurdin Basirun mengatakan mutasi besar-besaran yang dilakukan bertujuan untuk penyegaran.
Dia mengatakan mutasi tersebut bukan karena suka atau tidak suka, tetapi bertujuan untuk peningkatan kinerja dan menghilangkan kejenuhan.
''Kami berharap para pejabat yang dimutasi dan dipromosikan melaksanakan tugas dengan baik. Jabatan bukan sesuatu yang dicari, tetapi amanah masyarakat,'' ucapnya.
Belum Ada Pengganti
Mengenai tidak dimutasinya jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang dinilai DPRD berkinerja buruk, Bupati mengatakan belum melakukan mutasi karena belum ada pejabat pengganti yang berkompeten.
''Bukan tidak mau mengganti, tetapi pejabat yang berkompetensi untuk jabatan tersebut belum ada. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan program pelayanan masyarakat terganggu, apalagi Dinas PU yang sedang melaksanakan lelang dan pembangunan sejumlah proyek,'' ucapnya.
Menurut dia, pihaknya berharap pimpinan SKPD yang dikritik dewan berbenah sehingga tidak terus dianggap tidak mampu melaksanakan tugas pelayanan masyarakat.
''Kami akan tetap melakukan evaluasi terkait kinerja SKPD yang dikritisi dewan,'' katanya.
Dinas PU, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan merupakan tiga SKPD yang dinilai berkinerja buruk oleh DPRD dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu terkait banyaknya proyek pembangunan yang tidak sesuai perencanaan, fasilitas pendidikan yang masih kurang serta buruknya pelayanan kesehatan.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
