
Lembaga Konsumen Batam Kecam Pembekuan Silver Cab

Batam (ANTARA News) - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam atau YLKB, Fachri Agusta, mengecam keputusan Dinas Perhubungan Kota Batam yang membekukan izin operasional taksi resmi Silver Cab Premier dalam menanggapi unjuk rasa ribuan pengemudi taksi pada Selasa pagi.
"Pembekuan yang semata-mata karena alasan populis, bukan berdasarkan peraturan, justru dapat menghilangkan kewibawaan pemerintah serta kepercayaan investor terhadap kepastian hukum dalam berusaha," kata Fachry di Batam.
Silver Cab, katanya, memenuhi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 tahun 2003 yang menegaskan angkutan taksi adalah angkutan dengan menggunakan mobil penumpang umum yang diberi tanda khusus dan dilengkapi dengan argometer yang melayani angkutan dari pintu ke pintu dalam wilayah operasi terbatas.
"Itu semua ada pada Silver Cab," ujar dia.
Dinas Perhubungan Kota Batam pada Selasa siang membekukan izin operasional taksi Silver Cab sampai ada peraturan baru dari Pemerintah Kota Batam tentang penyelenggaraan angkutan taksi, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri.
Kebijakan tersebut dibuat hanya beberapa jam terkait dengan unjuk rasa pengemudi taksi yang berhimpun dalam Forum Komunikasi Pengemudi Taksi Pelabuhan Berelang.
Dishub akan mencari solusi yang tepat agar masalah taksi di Batam segera dapat diatasi, kata Zulhendri.
Menurut Ketua YLKB Fachri Agusta, keputusan Dishub Batam tidak tepat.
"Dalam menentukan kebijakan atau keputusan, seharusnya pemerintah Batam berdasarkan hukum yang jelas, bukan pertimbangan populis yang justru bertentangan dengan peraturan," kata dia.
Fachry menilai, keputusan tersebut justru akan semakin menghambat investasi masuk ke Batam, karena mencerminkan tidak ada kepastian hukum dalam berusaha di kota industri, jasa dan perdagangan itu
President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Kepulauan Riau, Riginoto Wijaya, berpendapat pemerintah harus tegas dan mencari solusi yang tepat dalam persoalan pertaksian.
"Pemerintah Batam harus tegas agar tidak menjadi masalah berkelanjutan," ucap dia.
Dari sisi pemasaran, kata Riginoto, penentangan dari sopir taksi lain justru menguntungan Silver Cab karena secara tidak langsung, kelebihan dari armada baru itu akan tersosialisasi dengan cepat dan murah ke masyarakat.
Riginoto berpendapat, taksi berargo di Batam tepat sebagai media transportasi pendukung kemajuan bisnis dan pariwisata yang nyaman.
"Taksi berargo di Batam merupakan potensi dalam meningkatkan kunjungan di Batam," ucap Riginoto.
(ANT-L/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
