
Seorang Suami di Karimun Bunuh Istri

Karimun (ANTARA News) - Ak, suami dari Ayen warga RT 04/RW02, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat membunuh istri sendiri di rumahnya dengan sebilah parang, kemudian berusaha bunuh diri.
"Dugaan sementara, Ak (56) menghabisi nyawa istrinya karena faktor tekanan ekonomi," ucap Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Kompol Hari Purnomo, di tempat kejadian perkara, Jumat.
Hari menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal, sebelum peristiwa terjadi pasangan suami istri itu sempat bertengkar.
"Si suami marah, kemudian mengambil parang dan langsung menggorok leher bagian belakang istrinya, hingga korban tewas seketika," jelasnya.
Dia menuturkan setelah menghabisi Ayen (52), dengan parang yang sama Ak menggorok leher sendiri.
"Tapi nyawa Ak masih bisa diselamatkan. Dia sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Karimun," tuturnya.
Hari memaparkan timnya masih melakukan pendalaman kasus itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun saat kejadian, 3 dari 5 anak korban masing-masing DN, LN dan ID yang rata-rata masih di bawah umur saat kejadian berada di dalam kamar.
Mereka menuturkan sebelumnya kedua orang tuanya bertengkar, namun dua dari mereka tidak berani keluar dari kamar dan tidak kuasa melerai pertengkaran itu.
Sedangkan DN, sempat berusaha merebut parang dari tangan bapaknya, ketika melihat bapaknya menyayat leher sendiri.
"Keduanya sempat berkelahi, hingga akhirnya terdengar jeritan ibu. Saya takut ketika melihat bapak menyayat leher sendiri sedangkan ibu sudah tiada," ucap DN.
Tidak lama berselang jajaran Polsek Tanjung Balai Karimun dan Polres Karimun langsung menuju TKP dan mendapati tersangka dan korban yang sudah bersimbah darah tergeletak berdekatan, seketika tersangka dan korban dilarikan ke RSUD Karimun.
Berdasarkan penuturan DN, bapaknya sudah lama tidak bekerja, sejak saat itulah keduanya sering terlibat pertengkaran.
"Semenjak tidak kerja lagi, bapak sering marah-marah tanpa sebab," ujarnya.
Dulu bapaknya adalah nelayan dan sekaligus sebagai pemilik kapal ikan sedangkan ibunya sehari-hari membuat kue cakue.
Tapi sejak satu tahun terakhir, usaha bapaknya hancur dan si bapak terlilit utang. Untuk membayar utang, Ak menjual satu persatu harta benda keluarga.
Sementara berdasarkan pengamatan di ruangan Unit Gawat Darurat RSUD Karimun, di leher Ak terdapat 4 luka bekas sayatan.
Menurut salah seorang petugas medis di ruangan itu, Ak kemungkinan masih dapat tertolong.
"Tapi saat ini dia masih belum sadarkan diri," katanya.
(ANT-HAM)/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
