Logo Header Antaranews Kepri

Distanhutbun Karimun Salurkan 70 Ribu Bibit Karet

Jumat, 1 Juli 2011 22:15 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan 70 ribu bibit karet unggul kepada para petani di Pulau Karimun Besar, Kundur, dan Moro.

''Berdasarkan pengamatan kami, bibit karet interest yang disalurkan kepada para petani itu tumbuh dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan produksi karet Karimun pada masa mendatang,'' kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Distanhutbun) Karimun Amran Syahidid di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Amran Syahidid mengatakan, untuk petani di Pulau Karimun Besar dan Moro telah tersalurkan masing-masing 10.000 bibit karet interest. Sedangkan untuk Pulau Kundur yang merupakan sentra pertanian karet telah tersalurkan sebanyak 50.000 bibit karet interest.

''Bibit karet yang disalurkan adalah bantuan pemerintah provinsi dan kabupaten,'' kata dia.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab melalui Distanhutbun juga mendapat bantuan 40.000 batang bibit karet unggul dari pemerintah pusat dan segera disalurkan kepada petani.

''Bibit karet yang disalurkan telah lulus pengujian Balai Penelitian Karet di Medan,'' ucapnya.

Dia juga mengatakan, sebanyak 50.000 batang bibit karet ditanam di pusat pembenihan di Kundur.

''40.000 batang tumbuh dengan baik, sisanya akan diokulasi kembali karena pertumbuhannya kurang bagus. Setiap batang bibit karet menghasilkan 10 mata tempel, sehingga jika seluruhnya tumbuh dengan baik akan menghasilkan 500.000 mata tempel,'' jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bantuan bibit karet bagi petani merupakan salah satu dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas karet terutama di Kundur yang sudah puluhan tahun menjadi kawasan perkebunan karet.

''Kemurnian karet yang ditanam petani Karimun sejak dulu mencapai 90 persen. Kami berharap bantuan bibit ini dapat menggantikan pohon karet yang sudah tua,'' katanya.

(ANTRD/N002/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026