Logo Header Antaranews Kepri

Ratusan Pipa Minyak China Ditahan BC Batam

Jumat, 22 Juli 2011 17:42 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Sebanyak 691 pipa baja bernilai miliaran rupiah untuk keperluan pemboran minyak lepas pantai asal China diamankan petugas Bea Cukai Batam di Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, Batam.

Menurut Kepala Bidang Kepatuhan Bimbingan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Batam, Susila Brata, Jumat, penahanan dikarenakan antara surat yang ditunjukkan dengan barang yang dibawa tidak sama.

"Surat izin impor barang yang ditunjukkan dengan barang yang diimpor tidak sama, jadi kami tahan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," kata Brata di Batam, Jumat.

Selain itu, pipa yang diimpor merupakan pipa jadi yang sudah dilarang oleh pemerintah karena akan mematikan produsen lokal.

Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fatullah mengatakan PT Patraindo Nusa Pertiwi, sebelumnya telah mengajukan impor pipa dari China namun untuk keperluan bangunan.

"Izinnya pipa untuk bangunan bukan untuk keperluan pengeboran minyak lepas pantai. Namun barang yang masuk berbeda dan izin yang diberikan," kata dia.

Pihak PT Patraindo Nusa Pertiwi yang berkantor di Kawasan Industri Batu Ampar Batam belum memberikan keterangan.

Sebelumnya, Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Putu Surya Wiryawan, di Batam mengatakan Batam diproyeksikan menjadi pusat logistik penunjang industri minyak dan gas di Indonesia.

Nantinya, kata dia, segala kebutuhan pipa baja pemboran minyak lepas pantai di Indonesia akan terdapat di Batam.

Pemerintah akan mengatur usaha perdagangan impor dan industri logam terutama baja yang ada di Batam agar lebih maju, kata Putu.

"Perusahaan pengimpor hanya boleh mengimpor bahan baku. Atau, kalau berbentuk pipa, harus yang setengah jadi. Proses akhirnya harus di Batam," tambah dia.

Kebijakan itu untuk melindungi dan mendorong produsen pipa baja lokal agar bisa berkembang.

Bila semua diimpor, maka industri logam tidak akan mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Batam hanya akan jadi gudang barang impor saja," ucap Putu.

(ANT-L/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026