Logo Header Antaranews Kepri

Wanita Asal Cimahi Dijadikan PSK di Batam

Senin, 8 Agustus 2011 18:57 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Imas Maesaroh (26) wanita asal Cimahi, Jawa Barat kabur dari tempat penampungan di wilayah Kota Batam dengan mencongkel jendela karena hendak dijadikan pekerja seks komersial, Senin. Kini kasusnya ditangani Polsek Batam Kota.

"Saya kabur dari tempat penampungan karena ternyata hendak dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Padahal semula saya dijanjikan menjadi pelayan restoran di Malaysia," ujar Imas di Polsek Batam Kota, Senin.

Menurut Imas, ia datang ke Batam dari Jakarta, Kamis (4/8) lalu melalui agen Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Cemerlang di kawasan Condet,untuk menjadi pelayan restoran di Malaysia dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan.

"Katanya dari Batam akan diberangkatkan menggunakan kapal feri. Namun hingga empat hari saya tidak diberangkatkan," kata dia.

Merasa janji yang diberikan tidak sesuai, Imas memilih kabur dari penampungan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batam Kota, Senin pagi.

Imas menceritakan, sebelum berniat bekerja di Malaysia, berkenalan dengan seseorang bernama Asep dan dijanjikan akan pekerjakan sebagai pembantu di Malaysia.

"Oleh Asep, saya dikirim ke agen PJTKI PT Cemerlang di Jakarta dan diberangkatkan ke Batam. Dari Batam katanya langsung diberangkatkan ke Malaysia," kata dia.

Namun kenyataan bukannya dijadikan TKI di Malaysia, dia malah hendak dijadikan PSK salah satu tempat di Batam yang merupakan tempat singgah orang-orang kapal.

"Saya tidak tahu tempatnya di mana, karena selama empat hari saya hanya berada di kamar berukuran kecil yang tertutup," kata dia.

Imas mengatakan, Minggu malam dibawa ke rumah bordir yang merupakan tempat singgah orang-orang kapal san hendak dijadikan PSK.

"Saya tidak tahu tempatnya, saya tidak rela untuk dijadikan PSK makanya tadi pagi saya kabur," ucap Imas.

Kepala Kepolisian Sektor Batam Kota, Kompol Heryana mengatakan telah menerima laporan seorang wanita bernama Imas Maesaroh yang hendak dijadikan PSK.

"Benar kami telah menerima laporan tersebut. Kami akan mencari keberadaan agen PJTKI itu," kata dia.

Heryana mengatakan, Imas akan di pulangkan ke kampung halamannya dengan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial.

Pihak kepolisian, kata dia sedikit mengalami kesulitan sebab korban tidak mengetahui dimana korban disekap selama ini.

"Ketika dibawa anggota polisi untuk menunjukan tempat penampungan sekali lagi korban tidak bisa menunjukkan tempat tersebut," ucap Heryana.

(ANT-L/Y008/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026