
Persediaan Daging Sapi di Batam Aman

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, menjamin persediaan daging sapi beku di kota tersebut aman hingga tiga bulan kedepan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli, Selasa, mengatakan, saat ini persediaan daging beku masih sekitar 2.106 ton.
"Persediaan aman setidaknya untuk tiga bulan karena kebutuhan di Batam setiap hari hanya sekitar 20 ton saja," kata dia.
Hingga saat ini, kata Yunelli, sekitar 90 persen kebutuhan daging sapi di Batam masih dicukupi daging impor beku asal Australia dan Selandia Baru, karena pasokan lokal belum mampu memenuhi kebutuhan daging setempat.
"Dari sekitar 20 ton kebutuhan, hanya sekitar dau ton yang mampu dipasok dari peternak lokal Batam dan wilayah sekitarnya," ucap dia.
Saat ini, kata Yunelli, stok sapi hidup yang ada di Rumah Pemotongan Hewan Seitemiang, Batuaji, juga masih mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Kebutuhan sapi hidup juga masih aman. Selama Ramadan tidak ada kenaikan permintaan," tambah dia.
Yunelli berharap, agar pemerintah pusat dan daerah bisa mengucurkan anggaran yang lebih besar bagi peternak sapi yang ada di Batam agar ketergantungan impor sapi di Batam bisa dihilangkan.
Selain itu, tambah dia, agar kebutuhan daging di Batam dapat dipenuhi dengan daging segar yang dihasilkan peternak lokal.
"Bila kebutuhan bisa dipenuhi oleh peternak lokal, maka dana miliaran rupiah yang digunakan untuk impor sapi bisa dinikmati para peternak," kata dia.
Pedagang daging sapi di Pasar Mitra Raya Batam Centre, Erik, mengatakan, saat ini harga daging segar masih Rp90 ribu/kg. Sementara harga daging beku berkisar antara Rp60-65 ribu/kg.
"Selama Ramadan belum ada kenaikan permintaan yang berarti," kata dia.
Kenaikan harga daging sejak awal Ramadan, kata dia, sekitar Rp10.000/kg untuk daging segar dan Rp5.000/kg untuk daging beku.
"Sejauh ini pasokan daging segar dan beku juga masih lancar," kata Erik.
(ANT-L/M012/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
