Logo Header Antaranews Kepri

Siswa SMP 28 Sementara Menumpang

Jumat, 19 Agustus 2011 14:19 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Siswa kelas I dan II SMP 28 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau akan menumpang belajar di SMA III yang berjarak sekitar satu kilometer karena sekolah mereka akan direnovasi agar terbebas dari banjir.

"Setelah Idul Fitri nanti, siswa-siswa kelas I dan II akan numpang sementara di SMA III. Siswa kelas III saja yang tetap belajar di lantai dua SMP 28," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin di Batam, Jumat.

Menurut Muslim, hal tersebut terpaksa dilakukan agar kegiatan belajar siswa-siswa kelas I dan II SMP tersebut tidak terganggu selama proses perbaikan.

Muslim mengatakan, setelah hari raya Idul Fitri Pemerintah Kota Batam akan segera membuat tanggul pada SMP tersebut agar saat hujan turun tidak lagi terjadi banjir.

"Untuk sementara kemungkinan akan dibuat tanggul pada bagian depan sekolah dengan harapan tidak akan kebanjiran lagi," tambah Muslim.

Muslim tidak bisa memastikan berapa lama siswa-siswa tersebut akan menumpang di SMA tersebut.

"Kami berharap sekolah segera bisa dibangun dan mereka bisa kembali belajar di sekolah mereka sendiri," kata Muslim.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, membentuk Satgas khusus percepatan penyelesaian masalah di SMP Negeri 28 yang setiap hujan terendam air karena berada di lahan berbentuk cekungan.

"Kami buat Tim Task Force (gugus tugas) yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Dinas Tata Kota, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan masalah SMP 28," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dalam rapat bersama anggota DPD-RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau di Batam, Rabu.

Selain lintas dinas, satgas juga menyertakan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam yang juga anggota DPD Hardy Selamat Hood.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Hardy Selamat Hood mengatakan tugas pertama yang harus dikerjakan adalah "detail engineering design" (DED).

"Yang pertama kali kami kerjakan menyelesaikan DED, bagaimana air yang tergenang bisa mengalir agar tidak banjir lagi," kata dia.

Ia mengatakan perlu dibuat desain agar air yang tergenang di cekungan bisa mengalir ke luar dan tidak banjir lagi ketika hujan turun.

Sementara itu, anggota DPD lainnya yang juga pengembang perumahan yang terletak di sekitar SMP 28, Jasarmen Purba mengatakan lahan sekolah itu memang hibah dari perusahaannya.

Saat menghibahkan lahan, perusahaannya sudah mengingatkan agar lahan dimatangkan dulu sebelum dibangun sekolah.

"Dengan catatan kalau mau bangun di lokasi yang saat ini berdiri SMP 28, harus ditimbun dulu. Karena tempatnya yang berada di cekungan. Ada MoU-nya seperti itu," kata Jasarmen.


(ANT-L/D009/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026