
3.500 Mahasiswa se-Indonesia Ikut Pomnas Batam

Batam (ANTARA News) - Sekitar 3.500 mahasiswa se-Indonesia dijadwalkan mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 18-24 September 2011.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pengurus Besar Pomnas, Amri di Batam, Kamis, mengatakan ribuan mahasiswa dari 33 provinsi di Indonesia akan menyemarakkan Pomnas Batam.
Pomnas di Batam, kata dia, akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, renang, sepak takraw, futsal, basket, voli, karate, silat dan catur.
"Dari 10 cabang itu diperebutkan 116 emas dari 116 nomor olahraga," kata Amri.
Ia mengatakan meski Batam tidak memiliki fasilitas pertandingan yang memenuhi ketentuan KONI, namun tidak menjadi masalah bagi Pomnas.
"Batam, tidak memiliki lintasan lari jarak pendek seperti yang disyaratkan, namun masih bisa digunakan," kata Amri.
Menurut dia, Pomnas masih mentolerir keterbatasan lintasan lari yang ada di kota industri.
Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah Sumatra VIII lalu di Batam, beberapa nomor lari terpaksa dilaksanakan di Johor, Malaysia, karena Batam belum memiliki fasilitas yang disyaratkan.
"Kali ini, semua cabang dipertandingkan di Batam," kata dia.
Selain fasilitas nomor lari, ia mengatakan Batam juga belum memiliki kolam renang standar olimpiade. Meski begitu, masih dapat digunakan untuk pertandingan Pomnas.
"Kolam renang yang digunakan seadanya, namun maksimal yang dimiliki Batam," kata dia.
Pertandingan renang akan menggunakan kolam yang dimiliki Sekolah Harapan Utama, kata Amri.
Sedangkan pada penyelenggaraan Porwil Sumatra VIII awal tahun lalu, cabang renang terpaksa dihapus karena Batam belum memiliki sarana kolam sesuai dengan standar KONI.
PB Pomnas, kata dia, memilih Batam sebagai tuan rumah pertandingan antar mahasiswa itu karena dinilai telah siap, dari segi sumber daya manusia. Meskipun dari segi fasilitas memiliki beberapa keterbatasan.
Sementara itu, dari 33 provinsi di Indonesia, baru 30 yang mendaftarkan mahasiswanya sebagai peserta Pomnas.
Sedangkan Provinsi Riau, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara masih belum mendaftar.
"Kami masih menunggu konfirmasi dari tiga provinsi itu," kata dia.
(ANT-YJN/R010/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
