
Cuaca Buruk Hambat Pasokan Sayur ke Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Cuaca buruk yang terjadi di Kota Batam dan sekitarnya beberapa hari terakhir mengakibatkan pasokan sayur-mayur ke kota tersebut dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami hambatan dan kenaikan harga.
"Pasokan terhambat karena ombak kurang bersahabat," kata pedagang sayur Pasar Nasa Centre, Muhajir, di Batam, Rabu.
Muhajir mengatakan, keadaan seperti ini sudah berlangsung beberapa minggu sehingga mengakibatkan harga beberapa jenis sayur naik hingga 100 persen.
"Cuaca buruk juga mengakibatkan hasil panen sayur mayur petani tidak maksimal. Akibatnya harga juga melambung," kata dia.
Ia mengatakan harga sayur-mayur jenis sawi yang biasanya dijual sekitar Rp7-8 ribu/kg kini harganya mencapai Rp15 ribu/kg.
Sementara harga sayur-mayur lainnya, seperti kacang panjang, kangkung, bayam, harganya mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 dari harga sebelumnya (11/10).
"Sayur tersebut juga dihasilkan petani di Batam, jadi kenaikan harganya tidak signifikan ketimbang yang didatangkan dari Tanjungpinang," tambah dia.
Menurut Muhajir, harga sayur tomat, wortel, kol, brokoli yang rata-rata didatangkan dari Sumatra Utara cenderung stabil.
Di Pasar Mega Legenda Batam Centre harga sayur-mayur juga mengalami kenaikan bervariasi.
"Jenis sawi mengalami kenaikan tertinggi hingga Rp8.000/kg dari harga normal. Sementara untuk sayur yang juga dihasilkan petani Batam, kenaikannya hanya Rp1.000-2.000/kg," ucap pedagang sayur-mayur di Mega Legenda, Marlina.
Sama seperti Muhajir, Marlina juga mengatakan, kenaikan harga sawi yang akibat cuaca buruk.
"Cuaca buruk mengakibatkan sawi lebih cepat busuk. Apalagi ombak besar mengakibatkan pengiriman terhamabat," ucap Marlina.
Melalui situs resminya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi Hang Nadim Batam memperingatkan bahaya puting beliung yang masih mengancam pesisir Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
BMKG Hang Nadim juga memprerkirakan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Kepri hingga dua hari ke depan.
(pso-292/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
