Logo Header Antaranews Kepri

45 Penderita Katarak Dioperasi Gratis

Jumat, 14 Oktober 2011 23:25 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia dan organisasi sosial Lions Clubs bekerja sama dengan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, mengadakan operasi gratis penyandang katarak bagi 45 warga tidak mampu di Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Harian Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Batam Danny Handali di Batam, mengatakan pada Jumat (14/10) 17 penderita telah dioperasi, sisanya sebanyak 28 orang akan menjalani operasi Sabtu (15/10).

"Sebenarnya jumlah peserta yang mendafatar ada 60, namun setelah melalui beberapa seleksi hanya 45 yang layak untuk dilakukan operasi pada hari ini dan besok," tambah dia.

Danny mengatakan, sebanyak 15 penderita lain dijadwalkan akan menjalani operasi pada 21-22 Oktober nanti di tempat yang sama.

"Kami masih berikan kesempatan bagi mereka agar siap untuk dioperasi," ujar Danny.

Menurut Danny, kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulain PSMTI terhadap masyarakat Batam dan sekitarnya yang kurang beruntung.

"Kegiatan operasi katarak gratis merupakan satu di antara sekian kegiatan yang telah kami lakukan pada 2011 dan tahun sebelumnya," tambah dia.

Danny mengatakan, sebelumnya PSMTI bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Singapura di Batam juga mengadakan kegiatan sosial operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Awal Bros Batam.

"Lebih dari 100 penderita sumbing dari berbagai kota/kabupaten di Kepulauan Riau telah dioperasi," kata dia.

Di tempat yang sama, Presiden Lions Clubs Batam (organisasi sosial), Kiatwansyah yang juga ketua pelaksana kegiatan mengatakan operasi ini ditujukan untuk membantu warga tidak mampu agar dapat melihat kembali.

"Setelah melalui fase operasi dan sembuh, diharapkan penderita katarak mampu beraktivitas dan kembali produktif," kata dia.

Kegiatan semacam ini, lanjut Kiatwansyah, akan dijadikan agenda rutin setiap tahun guna menekan jumlah penderita buta katarak di Indonesia.

(pso-292/M027)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026