
BMKG: Waspada Puting Beliung

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengimbau, agar warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mewaspadai angin puting beliung yang diperkirakan terjadi sepanjang musim pancaroba, hingga akhir Oktober 2011.
"Puting beliung masih harus diwaspadai, sampai akhir Oktober ini," kata Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Hang Nadim Batam Agus, Selasa.
Ia mengatakan, puting beliung terus mengancam Batam, selama musim pancaroba, saat awan berbentuk kecil dan banyak.
Puting beliung, kata dia, berasal dari tabrakan awan-awan kecil yang tinggi dan rendah.
"Pertumbuhan awan dengan luasan 1 km bisa menimbulkan puting beliung," kata dia.
Masyarakat, kata Agus, bisa mengantisipasi puting beliung dengan memantau pergerakan dan bentuk awan. Bila awan berwarna hitam atau abu-abu menggulung, dan semakin lama semakin tinggi, maka itu tanda-tanda akan terjadi puting beliung.
"Kalau sudah ada tanda-tanda itu, masyarakat harap menghindar," kata dia.
Sementara itu, gelombang ombak di perairan Batam, Bintan, Dabo dan Karimun diperkirakan bekisar satu meter, dan masih aman untuk pelayaran. Sedangkan di Natuna diperkirakan mencapai dua meter.
"Gelombang masih baik untuk kapal kayu nelayan di sekitar Batam, tapi kalau nelayan Natuna tetap harus berhati-hati, kecuali kapal besar," kata dia.
Mengenai kapal kayu nelayan yang tenggelam, Senin (17/10), ia mengatakan, kemungkinan bukan karena gelombang ombak. Saat kejadian, ia mengatakan, gelombang air laut masih aman untuk dilayari.
Namun, kecepatan angin diperkirakan tinggi, karena terus berubah, bisa lambat dan berubah cepat dalam seketika.
"Karena posisi matahari masih belum jauh dari ekuator," kata dia.
Posisi matahari yang belum beranjak jauh dari ekuator menyebabkan banyak awan dalam luasan yang kecil-kecil.
BMKG Hang Nadim juga memprakirakan, hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Kepri terutama pagi hingga siang. Sementara pada malam hari diprakirakan hanya terjadi hujan ringan.
(Y011/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
