
Hotbonar Ingatkan Keterlambatan Pembangunan Rusunawa Batam

Jakarta (ANTARA Kepri) - Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengingatkan kontraktor agar tidak terlambat lagi dalam membangun rumah susun sejahtera sewa (rusunawa) di di Kawasan Industri Kabil, Batam.
Hotbonar dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan seharusnya proyek itu selesai pada 14 November 2011, tetapi terjadi keterlambatan pembangunan sehingga dikhawatirkan baru akan selesai pada awal Desember.
"Batas toleransi keterlambatannya sudah lebih dari yang dijanjikan. Kami bisa menjatuhkan sanksi pada anak perusahaan PT Adi Karya yang melaksanakan tender ini sesuai kontrak kerja yang ditandatangan," kata Hotbonar, saat meninjau lokasi rusunawa.
Pada Desember nanti ,direncanakan empat menteri akan meresmikan tujuh blok kembar rumah susun sewa (rusunawa) Jamsostek itu.
Berkaitan dengan itu Hotbonar meminta agar pembangunannya segera dirampungkan.
Kontraktor pelaksana mengatakan keterlambatan pembangunan karena terjadi curah hujan yang tinggi. Meski demikian, mereka berharap akhir November nanti ke tujuh menara kembar (14 menara tersebut) itu siap diresmikan pada 5 Desember 2011, yakni bersamaan dengan hari jadi PT Jamsostek.
PT Jamsostek berencana membangun 10 menara kembar (20 menara) di Kawasan Industri Kabil. Tiga menara kembar sudah diresmikan dan satu perusahaan sudah menyewa untuk keperluan pekerjanya.
Empat menteri yang akan meresmikan adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan , Menakertrans Muhaimin Iskandar , Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto .
Rumah susun yang dibangun PT Jamsostek itu dilengkapi dengan fasilitas olah raga, masjid, gedung serbaguna, area perkantoran dan area niaga.
Anggaran pembangunan rusunawa berasal dari Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (DPKP) sebesar Rp 150 miliar. DPKP berasal dari 5 persen keuntungan PT Jamsostek pada 2010 sebesar Rp 1,5 triliun.
Kesepuluh menara kembar kembar itu mampu menampung 8.000 pekerja. Saat ini peserta Jamsostek di Batam dan sekitarnya sekitar 250.000 jiwa.
Pembangunan rusunawa di Batam mengundang minat sejumlah pemda untuk melakukan hal yang sama, diantaranya Pemda Surabaya dan Sulawesi Selatan.
"Mereka menginginkan konsep rusunawa untuk keluarga pekerja, sementara yang kita bangun selama ini khusus untuk pekerja lajang saja," kata Hotbonar. Berkaitan dengan itu, PT Jamsostek sedang mengkaji kemungkinannya, begitu juga dengan proses kerjasamanya.
Hotbonar didampingi Kakanwil II PT Jamsostek (Wilayah Sumbagsel) Sutrisno F dan Kepala Biro Humas Sarjan Lubis saat meninjau pembangunan rusunawa Kabil.
(T.E007/A011)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
