Logo Header Antaranews Kepri

200 KK Karimun Terima Dana Stimulan Kempera

Rabu, 23 November 2011 17:34 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Sebanyak 200 kepala keluarga di Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menerima dana stimulan dari Kementerian Perumahan Rakyat.

"Total nilainya mencapai Rp1,5 miliar dengan rincian tiap kepala keluarga menerima sebesar Rp10 juta dan sebanyak 100 KK lain menerima sebesar Rp5 juta," kata Camat Kundur Utara Sukari di Desa Lebuh, Rabu.

Sukari menjelaskan ke-200 KK penerima dana stimulan itu berasal dari tiga desa/kelurahan, yakni Desa Lebuh sebanyak 137 KK, Urung sebanyak 50 KK dan Sungai Asam sebanyak 13 KK.

"Khusus untuk Sungai Asam ke-13 KK penerima dana stimulan, merupakan para korban angin puting beliung beberapa waktu lalu," jelasnya.

Dia menuturkan dana stimulan tersebut digunakan untuk mendanai rehab rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah, dengan harapan masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah yang layak huni.

"Kecamatan Kundur Utara mendapat porsi terbesar dari sembilan kecamatan yang ada, yaitu sebanyak 215 unit rumah yang tersebar di 8 desa/kelurahan. Hingga 16 November lalu secara menyeluruh pengerjaan rehab rumah yang menyerap dana sebesar 4,3 miliar itu kondisi pengerjaannya sudah mencapai sekitar 84 persen," paparnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, berdasarkan data, hingga 2011 Kecamatan Kundur Utara memiliki penduduk sebanyak 22.681 jiwa, sekitar 11.908 jiwa laki-laki dan 10.773 perempuan dengan jumlah KK sebanyak 5670.

"Sekitar 20 persen dari total jumlah KK itu atau sekitar 1.121 KK masih tergolong miskin, sebab itu dalam program bedah rumah tidak layak huni kami mengusulkan sebanyak 548 rumah masyarakat untuk direhab. Sekitar 50 persen dari usulan kami atau sekitar 215 unit rehab rumah dikabulkan oleh Pemkab Karimun," tuturnya.

Di tempat yang sama Bupati Karimun Nurdin Basirun mengharapkan dana stimulan yang telah dibagikan pada masyarakat betul-betul digunakan untuk membiayai perbaikan rumah.

"Kemudian seluruh kwitansi pembelian material maupun upah yang telah dibayarkan oleh penerima agar dikumpulkan, sebagai salah satu upaya tertib administrasi bagi para penerima bantuan," ucapnya.

Dia menuturkan ada banyak cara untuk memberdayakan masyarakat tidak mampu, tapi hal yang pertama harus dilakukan adalah memperbaiki mindset dari masyarakat itu sendiri.

"Ke depan masyarakat tidak mampu harus memiliki kegiatan yang terprogram untuk peningkatan pendapatan," katanya.

Nurdin Basirun juga mengatakan sesuai misi yang disampaikannya saat kampanye pemilihan kepala daerah 2009, dirinya akan melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

"Namun masyarakat harus bersabar untuk menunggu realisasi janji kami, karena janji tersebut tidak dapat kami wujudkan secara serta merta dan dalam waktu yang singkat disebabkan oleh beberapa alasan teknis proses pengesahan dan keterbatasan anggaran, tapi percayalah kelak janji-janji itu akan kami realisasikan," jelasnya.

(KR-HAM/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026