Logo Header Antaranews Kepri

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Batam Melambat

Senin, 20 Februari 2012 21:29 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada 2012 melambat dibanding tahun sebelumnya akibat hantaman krisis global.

"Pertumbuhan ekonomi 2012 diperkirakan di antara 6 hingga 7 persen, dibawah tahun lalu yang mencapai 7,1 persen," kata Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Batam, Uzersyah di Batam, Senin.

Krisis global mulai mempengaruhi industri di Batam, kata dia, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi melambat.

Meski begitu, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak akan turun drastis, karena ada beberapa industri yang justru meningkat akibat dampak krisis global yang melanda negara-negara Eropa.

"Ada beberapa perusahaan yang malah kebanjiran pesanan dari negara-negara Eropa seperti Prancis," kata dia.

Menurut Uzersyah, beberapa produsen Eropa tidak dapat memenuhi pesanan akibat krisis, sehingga pemesan mengalihkan pesanannya ke pabrik-pabrik di Batam.

Agar industri di Batam dapat bertahan dari krisis global, Uzersyah mengatakan perlu dukungan pemerintah. Pemerintah harus memberikan kayakinan kepada penanam modal untuk tetap berusaha di Batam dengan menjaga kondusifitas keamanan dan investasi.

"Pemerintah daerah harus terus meningkatkan stabilitas keamanan, perbaikan infrastruktur dan sarana pendukung investasi lainnya," kata dia.

Sementara itu, Badan Pengusahaan Batam mencatat krisis global di Eropa dan Amerika membuat jumlah investor yang berminat menanamkan modal di Batam menurun selama Januari 2012.

"Iklim investasi lesu akibat krisis global di Amerika dan Eropa. Dampaknya jumlah investor yang menanamkan modal ke Batam selama 2012 merosot dibanding bulan sama tahun sebelumnya," Kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho.

Djoko mengatakan, selama Januari 2012 jumlah aplikasi investasi yang masuk ke BP Batam hanya empat perusahaan dengan nilai investasi sekitar 4 juta dolar AS. Sementara pada pereode sama 2011 tercatat 9 aplikasi investasi ke Batam dengan nilai investasi sekitar 14 juta dolar AS.

"Pada Januari tahun ini hanya ada satu investor dari Eropa yang menanamkan investasinya ke Batam. Sementara pada 2011 jumlahnya lebih banyak," kata dia.

Kendati ada pengaruh dari resesi ekonomi Eropa, kata Djoko, BP Batam tidak akan merevisi target perusahaan yang diharapkan masuk tahun ini sebanyak 100 penanam modal asing (PMA).

"Walaupun Januari merosot, namun kami tetap optimis angka tersebut tetap realistis, bila melihat jumlah perusahaan yang menanamkan modal ke Batam pada 2012," kata Joko.

(Y011/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026