Logo Header Antaranews Kepri

Kelangkaan BBM di Batam Terus Berlanjut

Senin, 27 Februari 2012 22:40 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kelangkaan solar dan premium di Kota Batam, Kepulauan Riau sejak dua hari terakhir masih terus terjadi hingga Senin siang.

"Solar habis sejak kemarin, belum ada kiriman dari Pertamina hingga siang ini," kata seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Tiban, Haris di Batam, Senin.

Ia mengatakan,terakhir kali SPBU tersebut mendapat kiriman BBM dari Pertamina pada Sabtu (25/2) pagi.

"Biasanya Senin dinihari atau pagi Pertamina mengirim BBM ke sini. Namun hingga kini kiriman belum tiba," kata dia.

Kelangkaan juga terjadi pada sejumlah SPBU lain di kawasan Sekupang, Batuaji, Sagulung, Tanjunguncang dan Batam Centre. Di Batam Centre, bukan hanya solar yang langka, SPBU kawasan Kapital Raya Batam Centre sejak Minggu juga kehabisan persediaan premium.

"Solar habis sejak Sabtu sore, premium Minggu siang juga habis. Hingga kini belum ada pengiriman," kata petugas SPBU tersebut, Munarwan.

Ia mengatakan, saat akhir pekan sering terjadi kelangkaan BBM terutama jenis solar dan premium di Batam. Namun, biasanya pada Senin pasokan sudah kembali normal.

Manajer Penjualan Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, I Ketut Permadi sebelumnya mengatakan, bahwa setiap Minggu Pertamina tidak melakukan pengiriman BBM ke SPBU.

"Kalau Minggu memang tidak ada pengiriman, Senin dinihari atau pagi kami biasanya sudah kembali mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU yang ada di Batam," kata dia.

Ia mengatakan hingga kini belum menerima angka resmi kuota bahan bakar minyak dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk provinsi tersebut, sehingga pasokan yang diberikan sesuai dengan rata-rata perbulan pada 2011.

"Sementara penyaluran BBM sesuai dengan rata-rata kuota pada 2011, hingga kuota baru ditentkan," kata dia di Batam.

Pemerintah Kota Batam sebelumnya memprediksi pada 2012 akan terjadi kenaikan kebutuhan BBM sebesar 15-16 persen dibandingkan 2011. Tidak adanya penambahan kuota sampai pertenghan Februari membuat kelangkaan terjadi di Batam.

Upaya Pertamaina dan Pemerintah Kota Batam membuka SPBU nonsubsidi khusus bagi kendaraan industri juga tidak efektif. SPBU yang terletak di kawasan Baloi, Lubukbaja tersebut cenderung sepi pembeli.

Kepala Dinas Perindustrian Perdaganagan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi sebelumnya mengatakan, informasi yang diperoleh dari BPH-Migas kuota BBM untuk Batam berkurang sekitar 14 persen bila dibanding 2011.

"Informasi yang kami terima memang malah terjadi pengurangan sekitar 14 persen dibanding tahun lalu, padahal menurut perkiraan ada kenaikan kebutuhan," kata dia.

Hijazi mengatakan, selama margin antara BBM nonsubsidi dan subsidi tetap tinggi maka kelangkaan akan terus terjadi.

"Idealnya selisih antara BBM subsidi dan nonsubsidi maksimal Rp2 ribu. Kalau dua kali lipat seperti sekarang tetap tidak akan diminati. Konsumen akan berupaya bagaimana caranya mendapat BBM bersubsidi," kata Hijazi.

(KR-LNO/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026