
Anggota DPRD Batam Dukung Wisata Pulau Abang

Batam (ANTARA Kepri) - Anggota DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari mendukung upaya pengembangan Pulau Abang menjadi unggulan tempat wisata bahari bawah laut di selatan Pulau Batam, Kepulauan Riau.
"Pulau Abang sudah ditetapkan sebagai satu dari beberapa cagar alam bawah laut Indonesia. Maka upaya Dinas Pariwisata harus didukung," katanya di Batam, Kamis.
Pengembangan pulau di Kecamatan Galang tersebut masih memerlukan sarana pendukung seperti penginapan.
"Saat ini sejumlah penduduk Pulau Abang telah menyediakan rumah sebagai tempat menginap turis. Namun masih perlu dikembangkan dan penataan secara terarah," kata dia.
Perairan Pulau Abang Kecil di selatan Pulau Batam termasuk wilayah Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap).
Pesona terumbu karang dan ekosistem bawah laut di perairan itu disebut-sebut tak kalah daripada di Bunaken atau Raja Ampat di wilayah Timur Indonesia terutama pada waktu air tenang.
Kompleks Pulau Abang dari pusat pemerintahan Kota Batam berjarak sekitar 70 km dan perjalanan darat dari Trans-Barelang diteruskan dengan kapal cepat di Pulau Galang dengan waktu tempuh satu jam lewat laut.
Menurut Ricky, akan lebih baik jika Pemkot sendiri ikut membangun "home stay" dan mengembangkan infrastruktur lain pada sekitar pulau tersebut.
"Itu hal utama yang harus dilakukan agar semakin banyak wisatawan asing masuk ke Batam. Serta menjadikan Batam sebagai salah satu pintu masuk wisatawan asing di kawasan barat Indonesia," katanya.
Ricky menilai Batam sangat potensial menjadi pintu masuk wisatawan asing, namun sayangnya potensi yang ada belum digarap dan dipromosikan secara baik.
Padahal, kata dia, posisi yang dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, seharusnya menjadi nilai tambah dan membuat Batam menjadi pintu masuk wisatawan asing khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat.
"Promosi keluar harus dilakukan agar hal tersebut tercapai," kata dia.
Salah satu bentuk promosi yang menurutnya paling tepat ialah dengan mengundang sejumlah pewarta asing untuk ber-"diving" ria di Pulau Abang.
"Dengan begitu mereka nanti akan menulis tentang keindahan Pulau Abang. Secara tidak langsung secara tidak langsung mereka ikut promosikan di luar negeri," kata Rikcy.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Batam juga telah memberikan pelatihan bahasa Inggris pada warga masyarakat setempat dengan tujuan agar bisa berinteraksi pada wisatawan asing yang datang.
(KR-LNO/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
