
Nasionalisme Masyarakat Perbatasan Patut Dijaga

Ranai (ANTARA Kepri) - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Perjuangan Minyak dan Gas Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Nasir mengatakan, rasa nasionalisme di kalangan masyarakat kabupaten setempat yang berada di beranda terdepan Indonesia patut dijaga.
"Masyarakat terdepan di Natuna harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan terus dijaga," katanya dalam perbincangan dengan Kepala Biro Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Kepulauan Riau (Kepri) Evy Ratnawati Syamsir di Ranai, Natuna, Senin.
Selain menjaga rasa nasionalisme, kata Nasir, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan yang masih tertinggal harus menjadi prioritas pemerintah.
Dia menilai perhatian pemerintah pusat maupun Provinsi Kepri terhadap Natuna sangat tidak adil.
"Buktinya, hingga hari ini Natuna sebagai daerah penghasil migas tidak mendapat apa-apa, tetap saja masyarakatnya tidak menikmati," sebutnya.
Dia yang mengaku kenal dengan Kantor Berita ANTARA ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) memaparkan bahwa Natuna sebagai kawasan perbatasan digadang-gadangkan untuk dijaga dari pengaruh luar.
"Natuna berbatasan dengan Malaysia, Vietnam dan empat negara lainnya di mana masyarakat berhubungan dan mendapat informasi yang lebih dibandingkan masyarakat Indonesia di belahan lainnya," bebernya.
Wajiblah kiranya, pemerintah pusat dan provinsi Kepri lebih memperhatikan Natuna.
"Jangan Natuna merasa seperti dianaktirikan, sebagai nomor empat sebagai penghasil migas di Indonesia malah gelap gulita karena listrik tak nyala ataupun infrastruktur yang sangat kurang," ujarnya.
Belum lagi, lanjutnya kesejahteraan masyarakat yang masih digolongkan sebagai tertinggal. "Bagaimana bicara tentang nasionalisme jika tidak dibarengi oleh kesejahteraan," sebutnya.
Dia mengatakan rasa nasionalisme masyarakat terdepan di beranda NKRI patut dijaga dengan cara memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang jauh dari pusat kota ini.
"Jangan kami lebih susah mencari rupiah ketimbang ringgit, tolonglah perhatikan kesejahteraan kami," ucapnya sambil menjelaskan kawasan perbatasan tidak hanya harus dijaga oleh pihak keamanan. Jika sudah masyarakat diberdayakan dan diperhatikan kesejahteraannya, otomatis rasa nasionalisme akan terjaga dan siap menjadi garda terdepan NKRI," tandasnya.
Hal senada diungkapkan Evy R Syamsir yang mengatakan bahwa sebagai daerah penghasil semestinya dapat menikmati hasilnya. "Apa ruginya memberi," tanyanya.
Sebagai laman terdepan, laksana laman rumah bagi NKRI. "Mestilah terlihat bagus yang terlihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat terdepan," katanya sambil menegaskan dengan demikian rasa nasionalisme akan semakin kuat dan kokoh.
"Dengan nasionalisme, otomatis pula mereka akan menjaga kampungnya sendiri dari semua pengaruh luar," tutupnya. (KR-RST)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
