Logo Header Antaranews Kepri

Golkar Kepri Bahas Penolakan DPD II Tanjungpinang

Senin, 14 Mei 2012 15:40 WIB
Image Print

Tanjungpinang, 14/5 (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau segera membahas penolakan dari DPD II Partai Golkar Tanjungpinang terkait pengusungan calon wakil wali kota yang akan diusung dengan PDI Perjuangan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota daerah setempat.

"Secepatnya kami bahas, pekan ini mudah-mudahan sudah ada hasil yang terbaik," kata fungsionaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri), Dalmasri Syam di Kijang, Bintan, Senin.

Dalmasri mengatakan, apa yang disampaikan DPD II Tanjungpinang merupakan aspirasi dari akar rumput partai dan mendesak untuk dibahas.

"Itu 'kan aspirasi, kami dengar dan pelajari, agar ada jalan keluar," ujarnya.

Wakil Ketua Organisasi Kekaderan dan Keanggotaan DPD I Golkar Provinsi Kepri itu menilai, apa yang disampaikan DPD II Tanjungpinang bukan merupakan bentuk perlawanan terhadap keputusan DPD I yang mengajukan nama Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang, Syahrul yang akan diusung mendampingi calon dari PDI Perjuangan Lis Darmansyah.

"Bukan, itu aspirasi yang biasa dari bawah," katanya.

Berdasarkan hasil rapat penyerapan aspirasi DPD Partai Golkar Kepri yang melibatkan seluruh pengurus kecamatan, ormas Golkar dan sayap organisasi mengusulkan calon wali kota dari nonpartai jika Golkar tidak mengusung calon dari internal partai.

Namun, hal itu mendapat penolakan dari DPD II Tanjungpinang yang menghendaki mengusung calon wakil dari internal partai.

"Golkar merupakan partai yang modern dan demokratis dalam menyerap aspirasi akar rumput sesuai dengan motto 'suara Golkar suara rakyat'. Kami yakin aspirasi akar rumput menjadi pertimbangan utama bagi DPP Partai Golkar dalam mengambil keputusan politik menjelang Pilkada Tanjungpinang tahun 2012," kata Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang, Ade Angga.

Ade mengemukakan, Partai Golkar Tanjungpinang harus mengambil alternatif kedua karena pilihan pertama untuk berkoalisi dengan PDIP gagal dilaksanakan.

Pengurus Golkar Tanjungpinang mendesak untuk mengusung Maya Suryanti, yang telah dideklarasikan sebagai calon wali kota oleh PKS dan PPP.

"Tidak akan mendapat penilaian negatif, karena Maya calon wali kota nonpartai," katanya.

Sementara itu, PDIP tetap akan mengusung Lis Darmansyah-Syahrul, walau pun Partai Golkar tidak mau berkoalisi memenangkan pasangan itu.

"Walau pun tanpa atau dengan Golkar, keputusan mengusung Lis Darmansyah-Syahrul sudah final," kata funsionaris PDI Perjuaangan Tanjungpinang, Asep Nana Suryana.

Asep mengatakan, pihaknya menghormati keputusan DPD II Golkar Tanjungpinang dan tidak kapasitas PDIP ikut mencampurinya, walau pun rencana bersanding itu juga merupakan bagian dari keputusan.
"Tanpa Golkar kami masih bisa mengusung pasangan calon, terlebih lagi Koalisi Partai Kerakyatan yang terdiri dari tujuh partai, ditambah dari PAN sudah menyatakan dukungan dari awal," ujarnya yang juga anggota DPRD Tanjungpinang. (T.KR-HKY/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026