
Wabup Targetkan Karimun Sehat Terwujud 2016

Karimun (ANTARA Kepri) - Wakil Bupati Karimun Provinsi Kepulauan Riau Aunur Rafiq mengatakan akan mengoptimalkan pembangunan di bidang kesehatan untuk mewujudkan "Karimun Sehat" pada 2016 yang bersamaan dengan akhir dua periode masa jabatannya.
"Secara nasional, program Karimun Sehat ditargetkan pada 2025. Namun, kami bertekad untuk merealisasikannya 2016 bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan sebagai Wakil Bupati mendampingi Bupati Nurdin Basirun," katanya dalam diskusi kesehatan dalam rangka Hari Bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Restoran Aliemas, Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Aunur Rafiq mengatakan upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan Karimun Sehat pada 2016 telah dilakukan sejak tiga tahun, yaitu dengan memfokuskan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta pelayanan kesehatan melalui puskesmas, posyandu, puskesmas pembantu hingga rumah sakit.
"Indikator terwujudnya kualitas kesehatan masyarakat adalah tercapainya rata-rata nasional yang nantinya diharapkan dapat mencapai sasaran program 'Millenium Developments Goals' (MDGs) bidang kesehatan," katanya.
Menurut dia, pencapaian indikator kualitas kesehatan masyarakat di Karimun sudah ada yang mencapai rata-rata nasional.
Dia mencontohkan prevalensi angka kematian bayi sebesar 13,7 per seribu kelahiran hidup, angka tersebut sudah melebihi rata-rata nasional sebesar 23 per seribu kelahiran hidup.
"Pada 2016 kami menargetkan angka kematian bayi sebesar 13,2 per seribu kelahiran hidup," ucapnya.
Contoh lain, lanjut dia, adalah prevalensi angka penularan HIV/AIDS yang juga telah melampaui angka secara nasional sebesar 0,33 persen. Pada 2016, dia berharap angka penularan HIV/AIDS bisa ditekan hingga 0,50 persen.
"Begitu juga dengan angka gizi buruk yang hingga kini belum ditemukan di tengah masyarakat. Yang ada hanya gizi kurang dan itupun akan kita upayakan tidak terjadi lagi hingga 2016 nanti," ucapnya.
Mengenai masih adanya indikator kualitas kesehatan masyarakat yang masih di bawah angka nasional, dia meminta jajaran pelayan kesehatan bahu membahu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dia mencontohkan angka kematian ibu sebesar 152 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup.
"Tanggung jawab kita bersama untuk menekan angka kematian ibu yang masih cukup tinggi, termasuk anggota IDI sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan," ucapnya.
Mengenai ketersediaan fasilitas kesehatan, menurut dia, sebagian sudah mencapai target nasional namun sebagian lain masih dalam penyempurnaan.
"Kalau posyandu kita sudah cukup banyak, mencapai 212 unit. Yang masih kurang adalah puskesmas pembantu dan puskesmas yang belum memenuhi jumlah minimal jika dibandingkan dengan kecamatan yang berjumlah 9 dengan 54 desa," tuturnya.
Puskesmas pembantu, kata dia, baru berjumlah 37, pos kesehatan desa 61, puskesmas 21, dan puskesmas laut 3 namun belum berfungsi maksimal karena keterbatasan anggaran.
Untuk Desa Siaga, kata dia sudah terpenuhi dan sudah dicanangkan di seluruh desa. Sedangkan untuk rasio keluarga masih 1:3, di bawah target nasional yaitu 1:2.
Sedangkan ketersediaan dokter, baik di puskesmas maupun RSUD juga masih kurang, terutama dokter spesialis.
"Kami berharap tenaga medis, terutama dokter umum maupun spesialis sudah bertambah hingga 2016. Kami juga berharap dokter spesialis dapat melakukan kunjungan medis ke puskesmas di pulau-pulau, selama ini kunjungan dokter spesialis tidak dapat dilakukan karena terbentur dengan pola tarif pelayanan kesehatan di puskesmas," ucapnya.
Upaya mewujudkan Karimun Sehat pada 2016, menurut dia juga didukung dengan rencana pembangunan rumah sakit oleh pemerintah provinsi di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.
"Fisik dan alat kesehatan dianggarkan provinsi dan akan didampingi dengan anggaran APBD kabupaten," ucapnya.(KR-RDT/A013)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
