Logo Header Antaranews Kepri

Ribuan Pengendara Antre di SPBU Karimun

Rabu, 4 Juli 2012 19:51 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Ribuan kendaraan roda dua dan empat antre berjam-jam untuk mendapatkan bensin maupun solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu.

ANTARA melaporkan dari Karimun, Rabu, antrean panjang mulai sejak pagi sebelum SPBU buka. Kendaraan roda dua maupun empat tidak hanya memadati area SPBU, tetapi meluber sampai ke ruas jalan dengan panjang antrean mencapai lebih dari dua kilometer.

Pengendara tidak hanya memadati ruas Jalan Poros, tetapi juga penuh sesak pada ruas jalan arah Kampung Harapan Kecamatan Tebing.

Akibat banyaknya kendaraan yang antre, arus lalu lintas dari arah Kantor Bupati Karimun tertahan dan macet.

Adi, pengendara sepeda motor dari Pelipit, Tanjung Balai Karimun mengaku sudah datang sekitar pukul 07.30 WIB dan baru kebagian mengisi tangki motornya sekitar pukul 10.00 WIB.

"Benar-benar ramai, saya saja harus antre sampai dua jam baru kebagian bensin," katanya.

Dia mengaku rela antre berjam-jam karena bensin dalam tanki motornya sudah hampir sementara kios-kios bensin eceran masih banyak yang tutup pascakelangkaan bensin di Pulau Karimun Besar dalam sepekan terakhir.

"Kalaupun ada kios yang buka, harga BBM yang dijualnya melambung. Bensin dengan takaran 1,6 liter saja harganya mencapai Rp20.000," ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan John yang mengaku antre sampai 1,5 jam. Tubuhnya sempat basah kuyup karena area SPBU tiba-tiba diguyur hujan sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sudahlah antre 1,5 jam, badan basah pula diguyur hujan saat antre," ucapnya.

Antrean panjang juga diwarnai aksi saling berebutan dan mendahului dari sejumlah pengendara, bahkan ada beberapa pengendara terlibat pertengkaran karena berusaha saling mendahului.

"Tadi ada cekcok sesama pengendara, bahkan ada sepeda motor yang terjatuh karena bersenggolan," kata dia lagi.

Pantauan, sejumlah polisi dikerahkan untuk mengamankan antrean panjang. Polisi mengawasi kendaraan bermotor yang mengisi bensin berulang-ulang.

Sementara itu, pengelola SPBU membatasi volume BBM untuk setiap kendaraan maksimal Rp50 ribu untuk sepeda motor dan Rp100 ribu untuk kendaraan roda empat dan enam.

"Kami hanya boleh mengisi bensin paling banyak Rp100.000," kata Yudi, sopir angkutan umum.

Antrean panjang di SPBU Jalan Poros mulai terjadi sejak Selasa (3/7) setelah SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar itu tutup pada Senin (2/7).

Antrean panjang juga dipicu tutupnya kios-kios bensin eceran yang menjamur di jalan-jalan tiga kecamatan di pulau itu.

Pada Selasa sampai Rabu dinihari,pengelola SPBU terpaksa melayani pengendara akibat terlalu banyaknya kendaraan yang antre. (KR-RDT/N001)

Editor: Nanang Sunarto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026