Logo Header Antaranews Kepri

Jumlah Wisman Batam Meningkat 8,4 Persen

Selasa, 24 Juli 2012 16:23 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, meningkat 8,4 persen pada Januari-Mei 2012 dibanding periode yang sama 2011.

"Jumlah wisman selama Januari hingga Mei 2012 sebanyak 477.275 orang, naik dibanding periode yang sama 2011 yang tercatat 440.280 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Selasa.

Berbagai acara yang diselenggarakan pemerintah kota dan pusat mampu menggenjot kunjungan wisman, di antaranya ASEAN Jazz Festival dan Melajoe Satoe.

Pemerintah terus berupaya agar kunjungan wisman terus meningkat ke Batam dengan berbagai acara.

Dari data, wisatawan manca negara yang datang ke Batam didominasi dari warga Singapura, disusul Malaysia, Korea Selatan, India, Filipina, Jepang, China, Inggris, AS dan Australia.

Ia mengatakan setiap berkunjung ke Batam, masing-masing wisman rata-rata mengeluarkan uang 300 dolar AS dengan masa tinggal 3,1 hari.

Sementara, sepanjang 2011, pariwisata Batam menyumbang devisa 371, 48 juta dolar AS.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah sektor pariwisata batam menyumbang sekitar 23 persen dari seluruh penerimaan APBD pada 2011.

Penerimaan dari sektor pariwisata, kata dia, berasal dari pajak hotel Rp40,7 miliar, pajak restoran Rp19,1 miliar dan pajak hiburan Rp13,07 miliar."Totalnya Rp73,2 miliar," kata dia.

Sebelumnya anggota Komisi X DPR RI mengusulkan bekas tempat pengungsian "camp Vietnam" di Pulau Galang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menjadi penginapan untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

"Diusulkan Galang menjadi hotel, seperti Alcatraz," kata anggota Komisi X DPR RI Sunartoyo dalam kunjungan kerja di Batam.

Tempat pengungsian itu, kata dia, bisa dikemas sedemikian rupa hingga dapat menjadi hotel dan menarik perhatian turis.

Menurut dia, pengemasan "Camp Vietnam" menjadi penginapan akan menarik perhatian dan menjadi daya tarik pariwisata Batam, mengingat penampungan pengungsi Vietnam itu memiliki sejarah.

"Camp Vietnam" di Pulau Galang adalah tempat pengungsian orang Vietnam yang pada 1979-1996, saat negara itu sedang bergejolak.

"Camp Vietnam" terletak di Pulau Galang yang berada tujuh km selatan Pulau Batam yang dihubungkan enam jembatan besar dan kecil lebih kurang 7 km. Para pengungsi tinggal di tempat itu selama tujuh tahun di bawah perlindungan lembaga UNHCR.

Awalnya tempat pengungsian itu memiliki beberapa macam fasilitas, seperti klinik PMI, kantor administrasi PBB, tempat pendidikan anak-anak, tempat peribadatan dan tempat makam bagi mereka yang meninggal dunia karena terserang penyakit. Saat ini, tempat itu menjadi objek wisata dan sejarah dari Pulau Batam.

Sunartoyo mengatakan sejarah panjang "manusia perahu" Vietnam di Pulau Galang dapat menjadi daya tarik wisatawan. (Y011/N002)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026