
IPO PLN Batam Ditunda

Batam (ANTARA Kepri) - Rencana initial public offering (IPO) atau penjualan saham PT PLN Batam yang semula dijadwalkan November 2012 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
"IPO ditunda, kami masih menunggu waktu yang tepat," kata Direktur Utama PLN Batam Dadan Koerniadipura di Batam, Kamis.
Rencana IPO anak perusahaan Perusahaan Listrik Negara itu ditunda karena kinerja keuangan yang buruk pada 2012 akibat kerusakan beberapa mesin pembangkit listriknya.
Pada dua bulan terakhir, PLN Batam musti mengeluarkan dana tambahan untuk menangani listri yang rusak sehingga pendapatan perusahaan itu berkurang Rp45 miliar dibanding tahun sebelumnya. Jika pendapatan semester pertama 2011 sebesar Rp75 miliar, maka periode yang sama 2012 sebesar Rp25 miliar.
Dadan mengatakan berdasarkan arahan penasehat keuangan yang disewa PLN Batam, kondisi pengurangan pendapatan bisa berdampak negatif pada IPO, sehingga diundur sampai pendapatan perusahaan swasta itu kembali membaik.
"IPO tergantung kondisi kinerja keuangan PLN Batam," kata dia.
Ia mengatakan PLN Batam berharap IPO terlaksana secepat mungkin agar persoalan keuangan terkait investasi dapat berjalan baik.
Menurut dia, IPO adalah rencana terbaik dalam upaya pendanaan investasi PLN Batam.
Dalam periode lima tahun ke depan, kata dia, PLN Batam butuh investasi Rp5 triliun dan pada 2021 butuh 11,6 triliun untuk mengakomodir kelistrikan di Batam.
Namun, kemampuan PLN Persero sebagai pemilik PLN Batam amat terbatas sehingga perusahaan itu harus mencari dana sendiri.
"Keuntungan PLN belum bisa investasi. Setelah dikaji IPO paling menguntungkan semua pihak. Secara koorporasi menjadi profesional. Aspek finansial tidak merugikan. Tidak perlu bayar bunga," kata dia menambahkan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan bagi pemerintah daerah rencana IPO adalah langkah baik untuk menyelesaikan masalah kelistrikan.(Y011/M019)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
