
Petani Natuna Diuntungkan Harga Cengkih Tinggi

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Petani cengkih di Midai dan Selaut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mendapat keuntungan yang besar karena harga jual cengkih sejak beberapa hari lalu tinggi karena naik sekitar 60 persen.
"Harga cengkih naik dari Rp65.000/kg menjadi Rp105.000/kg," kata anggota DPRD Kepulauan Riau daerah pemilihan Natuna dan Anambas, Syofyan Syamsir, di Tanjungpinang, Senin.
Ia mengatakan, petani membutuhkan peranan pemerintah untuk melindungi harga cengkih, jangan sampai turun hingga 100 persen, sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya. Peranan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani cengkih.
"Harga cengkih selalu mengalami perubahan, karena itu perlu campur tangan pemerintah untuk melindungi kepentingan petani. Kami belum tahu pasti apakah perubahan harga cengkih itu disebabkan permainan pasar, spekulan atau faktor lainnya," ujarnya yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kepulauan Riau (Kepri).
Cengkih biasanya panen di awal tahun. Pada awal tahun 2011, saat musim panen, petani mengalami kerugian karena cengkih dijual dengan harga Rp47.000-Rp50.000/kg.
Setelah musim panen, harga cengkih melonjak hingga Rp123.000/kg, namun petani sudah tidak memiliki persediaan cengkih.
Kalau di awal panen harganya mahal, berarti ongkos yang dikeluarkan petani untuk upah buruh juga mahal. Tenaga kerja umunmnya berasal dari luar Natuna.
Upah buruh biasanya dihitung untuk setiap kilogram cengkih yang siap dijual. Namun sebagian petani juga menggunakan jasa buruh untuk memetik bunga cengkih, dengan pembayaran Rp10.000 untuk satu pohon.
Sedangkan upah buruh yang bertugas memisahkan bunga dengan tangkai Rp1000/kg.
Berdasarkan kondisi itu, lanjutnya, jika harga cengkih anjlok, maka petani dipastikan mengalami kerugian.
"Biasanya, petani tidak menunggu hingga harga naik. Mereka menjual cengkih sesuai dengan kebutuhannya," ungkapnya.
Sofyan mengemukakan, petani penjual cengkih kepada pedagang. Cengkih asal Natuna itu dipasarkan di Pontianak dan Semarang.
"Diperkirakan dalam sekali panen, cengkih di Midai dan Selaut sekitar 300-400 ton," katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
