Logo Header Antaranews Kepri

BI Kepri catat akseptasi QRIS tumbuh 105,65 persen sampai Mei 2025

Selasa, 8 Juli 2025 20:36 WIB
Image Print
Kantor Perwakilan BI Kepri di Kota Batam. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) mencatat pertumbuhan signifikan yang mencapai hingga 105,65 persen (year on year/yoy) untuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Kepri hingga Mei 2025.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto di Batam, Selasa, mengatakan hingga Mei 2025, volume penggunaan QRIS di Kepri telah mencapai 23,64 juta transaksi, atau tumbuh 105,65 persen (yoy).

Angka itu, menurut Rony, telah melampaui setengah capaian tahun 2024 yakni sebesar 33,94 juta transaksi. KPw BI Kepri memproyeksikan penggunaan QRIS akan mencapai target 50 juta transaksi hingga akhir 2025.

“Akseptasi penggunaan QRIS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tergambar dari volume transaksi, jumlah 'user', dan jumlah 'merchant' yang terus tumbuh,” ujar Rony.

Sementara itu, dari sisi nominal, ia mengatakan hingga Mei 2025 transaksi QRIS di Kepri tercatat mencapai Rp3,34 triliun, atau tumbuh 95,73 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Rony, pada 2024 lalu total nominal transaksi QRIS di Kepri mencapai Rp5,03 triliun dengan pertumbuhan penggunaannya mencapai 123,29 persen yoy.

“Bahkan belum setengah tahun tapi nominal transaksi sudah melampaui setengah dari jumlah total transaksi di tahun 2024. Maka kami positif untuk nominal transaksi akan bertambah di tahun ini,” ujar dia.

Rony mengatakan pertumbuhan itu juga sejalan dengan tren nasional dan merupakan bagian dari transformasi digital yang inklusif karena mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari pelaku usaha besar hingga pedagang kaki lima.

"QRIS sangat relevan bagi upaya perluasan akses keuangan masyarakat. Tidak seperti EDC (electronic data capture) atau kartu kredit yang hanya bisa diakses pelaku usaha menengah ke atas, QRIS memungkinkan pelaku usaha mikro untuk terlibat karena biayanya rendah dan hanya butuh cetak kode QR," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan transaksi digital melalui QRIS dapat membantu intermediasi keuangan. Dana yang tersimpan di dompet digital atau rekening pengguna akan kembali ke sistem perbankan sebagai dana murah, yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan usaha.

Selain itu, dengan tercatatnya transaksi pengguna QRIS, perbankan juga dapat melakukan penilaian kelayakan kredit secara lebih mudah dan akurat.

“Ini membuka akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin merintis usaha, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata dan efisien. Kami terus mendorong agar pembiayaan melalui QRIS menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Bank Indonesia Kepri, kata Rony, akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS sebagai bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran yang inklusif dan efisien.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026