BI Kepri pastikan transaksi aman untuk UMKM selama Cernival

id kepri batam,umkm,cernival,bi kepri

BI Kepri pastikan transaksi aman untuk UMKM selama Cernival

Seorang pelanggan sedang memindai QRIS untuk membayar di stan pelaku UMKM pada Cernival 2025 di Kota Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) memastikan keamanan dan kenyamanan transaksi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) selama Creative Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2025 dengan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Ketua Pelaksana Cernival BI Kepri Husni Naparin dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin, mengatakan QRIS menjadi solusi pelaku usaha kecil untuk bertransaksi dengan praktis.

“QRIS menjadi solusi agar masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, bisa bertransaksi secara aman dan praktis,” katanya.

Baca juga: POCO gelar Carnival rayakan 5 tahun perjalanan

Acara Cernival yang digelar selama tiga hari, seluruh area transaksi termasuk permainan dan bazar UMKM telah menggunakan QRIS, kata Husni. Dengan cara itu, BI Kepri ingin memastikan setiap transaksi berjalan efisien, bebas risiko uang palsu dan mendukung inklusi keuangan.

Husni menilai antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi berkat konsep pasar malam, seperti permainan lempar bola kaleng dan rumah hantu.

“Jam 10 malam kemarin masih ada antrean panjang, ini jadi bukti bahwa pendekatan yang menyenangkan bisa efektif untuk edukasi digital,” katanya.

Husni mengatakan selama dua hari pelaksanaan tercatat sebanyak 73.140 transaksi QRIS. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 27.682.

Artinya, ada peningkatan volume transaksi sebesar 164 persen.

Baca juga: Presiden Jokowi dijadwalkan temui pelajar Papua

Menurut dia, jumlah pengunjung juga melonjak. Dalam dua hari, sekitar 4.700 orang hadir, dengan puncaknya saat digelarnya Night Run 2025 yang diikuti 1.500 peserta.

Husni juga mengatakan bahwa di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (3T) memang tantangannya besar, tapi mereka berupaya melalui kolaborasi pemerintah.

“Kami lakukan kolaborasi dengan pemerintah setempat dengan Tim Percepatan Penerapan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pulau,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM Ernawati mengaku terbantu dengan pembayaran menggunakan QRIS.

“Lebih praktis karena nggak perlu cari 'kembalian', dan sudah pasti aman masuk rekening. Saya pernah menerima uang palsu saat jualan tapi sekarang lebih tenang pakai QRIS,” ujar dia.

Baca juga:
Lingga Recycle Carnival pemicu semangat HUT Lingga ke 18

AKARI Kepri apresiasi Lingga Recycle Carnival 2021

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE