Logo Header Antaranews Kepri

Pengajar Muda Ikuti Pembekalan Mengajar di Perbatasan

Sabtu, 1 Desember 2012 15:11 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sebanyak 16 orang aktivis Komunitas Bakti Bangsa mengikuti pembekalan sebagai pengajar muda yang akan mengajar di pulau-pulau terdepan di Provinsi Kepulauan Riau.

"Pembekalan diberikan dalam bentuk Latihan Kader Pengajar Muda I, yang dilaksanakan di Pantai Trikora, Bintan, Kepulauan Riau pada hari ini selama dua hari," kata Pembina Komunitas Bakti Bangsa Iskandarsyah, di Tanjungpinang, Sabtu.

Iskandarsyah yang juga Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan, aktivis Komunitas Bakti Bangsa merupakan mahasiswa yang kuliah di Universitas Maritim Raja Ali Haji. Materi pelatihan yang mereka ikuti antara lain pembangunan karakter pengajar muda, manajemen kelas dan teknis mengajar, pembangunan jaringan, motivasi, bela negara dan pembangunan ketrampilan dan kewirausahaan.

Materi pembangunan jaringan dan bela negara itu akan diisi oleh Nikolas Panama, Pembina Komunitas Bakti Bangsa yang juga wartawan LKBN ANTARA, dan materi manajemen kelas dan motivasi diisi oleh Trisno Aji Putra, jurnalis yang juga dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan.

Sedangkan materi pembangunan ketrampilan dan semangat kewirausahaan diisi oleh Reni Ardiyani dan Kartika, pengusaha sukses di Tanjungpinang yang menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kepri.

"Saya mengisi materi pembangunan karakter pengajar muda," ujarnya.

Materi yang terpenting yang diberikan kepada pelajar yang mengikuti program Gerakan Ngajar Perbatasan yang akan dilaksanakan pengajar muda adalah membangun rasa nasionalisme dan meningkatkan wawasan kebangsaan. Ilmu itu sangat penting diberikan pengajar muda kepada anak-anak maupun warga yang tinggal di perbatasan Kepri dengan negara tetangga.

"Pembekalan tersebut bertujuan membangun kebersamaan, meningkatkan rasa nasionalisme dan membangun karakter pengajar muda yang bermartabat, bermoral dan memiliki semangat yang tinggi mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengajar muda sudah memiliki pengalaman mengajar, namun persamaan persepsi dan pembangunan karakter masih perlu diperdalam," ujarnya.

Iskandarsyah memberi apresiasi atas semangat dan pengorbanan yang diberikan pengajar muda yang telah meluangkan waktu pada setiap pekan memberi pendidikan secara gratis kepada pelajar kurang mampu. Pengajar muda telah bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Organisasi ini dijalankan tanpa bantuan dari pemerintah. Pengajar muda telah membuktikan bahwa mereka bisa berbuat untuk warga tanpa meminta bantuan dari pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri Adi Putro Prasetyo Utomo, mengatakan, pencanangan Gerakan Ngajar Perbatasan akan dilaksanakan di Nongsa, Batam, bekerja sama dengan LKBN ANTARA. Beberapa pengajar muda akan ditempatkan di Nongsa, yang berbatasan dengan Singapura.

"Bersamaan Hari Ulang Tahun LKBN ANTARA ke-75, kami mencanangkan Gerakan Ngajar Perbatasan," ungkapnya.

Komunitas Bakti Bangsa selama sekitar tujuh bulan telah melaksanakan dua program yaitu Gerakan Kepri Mengajar dan Gerakan Ngajar Perbatasan. Gerakan Kepri Mengajar telah dilaksanakan di Tanjung Kapur, Bintan, Kepri dan Kampung Kelam Pagi, Dompak, Tanjungpinang.

Jumlah pelajar kurang mampu di Tanjung Kapur yang diajar pengajar muda sebanyak 25 orang, sedangkan di Kampung Kelam Pagi sebanyak 27 orang. Pendidikan gratis yang diberikan tidak hanya berupa ilmu pengetahuan umum, melainkan membangun semangat pelajar untuk giat belajar, menciptakan pelajar yang bermoral dan membangun semangat nasionalisme.

"Semangat nasionalisme harus dibangun sejak dini kepada pelajar," ungkapnya. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026