
Bakti Bangsa gelar latihan kader pengajar muda

Ada sejumlah narasumber yang berkompeten yang kami undang dalam kegiatan ini,
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Komunitas Bakti Bangsa Provinsi Kepulauan Riau menggelar latihan kader tingkat pertama yang diikuti belasan mahasiswa calon kader pengajar muda.
Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri, Dhika, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, latihan kader pengajar muda diselenggarakan setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan calon pengajar muda sebelum mengabdi di tengah masyarakat.
"Latihan kader pengajar muda dilaksanakan di salah satu pantai di Bintan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai hari ini selama tiga hari," ujarnya, yang sudah mengikuti latihan kader pengajar muda tingkat pertama dan kedua.
Ia mengatakan, para peserta harus mampu beradaptasi dengan alam, bersinergi dengan teman-temannya, diperkuat mental, dan kemampuan dalam berorganisasi. Selain itu, calon kader pengajar muda ini juga diberi dilatih dalam memimpin organisasi, hidup mandiri dan disiplin.
"Ada sejumlah narasumber yang berkompeten yang kami undang dalam kegiatan ini," katanya.
Dhika mengatakan, peserta latihan kader berasal dari berbagai daerah di Kepri yang kuliah di Universitas Maritim Raja Ali Haji. Mereka merasa perlu mengikuti kegiatan positif ini untuk mengisi waktu kosong.
"Tidak banyak mahasiswa yang mengetahui kondisi pendidikan di Kepri, dan mau ambil peduli terhadap mereka," ucapnya.
Baca juga: Kelas Inspirasi hadir di Tanjungpinang
Sebelumnya, Ketua Koordinator Wilayah Komunitas Bakti Bangsa Kepri, Wahyu Dwihidayat, mengatakan, organisasi ini memiliki ratusan kader, yang sejak tahun 2012 mengabdi di tengah masyarakat. Mereka adalah mahasiswa aktif yang setiap Minggu pagi hingga siang mengajar anak-anak kurang mampu di Tanjungpinang dan Bintan.
Sejak 2012 hingga sekarang Komunitas Bakti Bangsa berhasil membangun belasan basis mengajar di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang. Saat ini, para pengajar muda mengabdi di pemukiman warga di Batu 13 Tanjungpinang. Teras masjid dijadikan sebagai tempat mereka mengajar anak-anak kurang mampu.
"Kami mengajak dan membantu anak-anak yang putus sekolah untuk bersekolah lagi. Dalam kegiatan ini, yang terpenting adalah membangun semangat anak-anak untuk sekolah, belajar dan meraih prestasi. Mereka juga diajar mengaji, selain pendidikan umum," katanya.
Sejauh ini, menurut dia respons masyarakat cukup baik terhadap para pengajar muda. Para orang tua merasa terbantu dengan kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Bakti Bangsa.
"Organisasi sudah mendapat banyak penghargaan dari pemerintah daerah, KNPI maupun tingkat nasional. Tetapi yang dikejar bukan itu. Titik kepuasan kami itu baru nampak jika anak-anak berprestasi di sekolah, di lingkungan bermain dan di rumah," katanya. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
