Barantin Kepri lepas ekspor perdana produk olahan kelapa Rp1,8 M

id Kepri batam,ekspor kelapa,hilirisasi,produk olahan,barantin karantina

Barantin Kepri lepas ekspor perdana produk olahan kelapa Rp1,8 M

Acara pelepasan ekspor perdana produk olahan santan dan air kelapa yang bernilai Rp1,8 M oleh Barantin Kepri di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kepri, Sabtu (16/8/2025). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melepas ekspor perdana produk olahan kelapa 54 ton santan dan 27 ton air kelapa dengan nilai Rp1,8 miliar tujuan China.

Kepala Karantina Kepri Herwintarti mengatakan komoditas berasal dari Kota Batam dan merupakan hasil hilirisasi produk pertanian kelapa.

“Kelapa menjadi produk unggulan yang bisa berdampak luas bagi perekonomian. Santan dan air kelapa yang diekspor hari ini adalah bukti bahwa Kepri memiliki potensi besar di sektor pertanian produk olahan yang berorientasi ekspor,” ujarnya di Batam, Sabtu.

Pelepasan ini menjadi bagian dari program akselerasi ekspor bertajuk "Go Export" yang digalakkan Barantin.

Herwintarti menegaskan, Barantin bukan hanya berfungsi menjaga keamanan komoditas dari hama penyakit di perbatasan, tetapi juga menjadi fasilitator perdagangan.

“Go Export adalah aksi nyata Barantin. Kami hadir untuk mempercepat ekspor dengan layanan sertifikat kesehatan karantina yang menjadi syarat utama perdagangan internasional,” katanya.

Data Barantin Kepri mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, volume ekspor produk pertanian Kepri mencapai 10.997 ton senilai Rp191 miliar, tumbuh 21,2 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Sepanjang 2024, total ekspor tercatat 42.649 ton dengan nilai Rp396,2 miliar, dengan negara tujuan Australia, Jerman, Uni Emirat Arab, Taiwan, Mesir, Rusia, dan lainnya.

Baca juga: Barantin Kepri musnahkan 4 ton bawang merah yang masuk tanpa prosedur resmi

Deputi Bidang Karantina Tumbuhan RI Bambang menegaskan peran karantina dalam perdagangan global.

”Produk pertanian tidak bisa diekspor tanpa sertifikat fitosanitari karantina. Dokumen ini membuktikan produk bebas dari hama dan penyakit berbahaya. Karantina hadir untuk memfasilitasi pelaku usaha agar mampu menembus pasar internasional,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Coconut Charcoal Indonesia selaku eksportir David, menyebut ekspor ini menjadi bukti kualitas produk olahan Indonesia mampu bersaing secara global.

Pelepasan ekspor perdana ke China ini diharapkan menjadi awal hubungan perdagangan yang baik dan membuka jalan lebih luas bagi produk unggulan Kepri menembus pasar internasional.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspor perdana produk kelapa Kepri Rp1,8 miliar tujuan China dilepas

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE