
Pemprov Kepri pastikan pasokan bahan pokok cukup sampai akhir tahun

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat di daerah itu relatif aman dan cukup hingga akhir tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri saat ini stok beras tercatat ada 4.863 ton, lalu gula pasir 217 ton, kemudian minyak goreng 1.890 ton, dan daging ayam ras 784 ton.
"Pasokan bahan pangan itu diproyeksikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat se-Kepri sampai akhir tahun ini," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Selasa.
Baca juga: BKN tetapkan 2.260 pegawai non-ASN Natuna jadi PPPK paruh waktu
Namun demikian, kata Ansar, distribusi logistik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Kepri, terutama bagi masyarakat pulau-pulau terluar seperti Natuna dan Anambas.
Menurutnya, kondisi geografis Kepri dengan luas wilayah 96 persen lautan, menuntut kebijakan distribusi pangan yang lebih efisien agar suplai pangan merata hingga wilayah terluar.
Ia menyebutkan disparitas harga bahan pokok antarwilayah masih terjadi di Kepri. Harga komoditas di pulau terluar, masih lebih tinggi dibanding akibat biaya distribusi logistik.
"Pemerintah menilai intervensi kebijakan diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen," ujar Ansar.
Selain itu, lanjut Ansar, Pemprov Kepri terus berupaya menjaga kestabilan harga bahan pokok untuk mengendalikan angka inflasi. Saat ini tingkat inflasi di Kepri terjaga di level 2,19 persen, atau masih dalam rentang sasaran nasional.
Baca juga: Diskum Karimun gandeng perusahaan bimbing Kopdes Merah Putih
Pemprov juga rutin melakukan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi di Kepri, salah satunya cabai.
Gubernur Ansar menekankan dinas-dinas terkait untuk melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem jelang akhir tahun yang bisa memicu kelangkaan cabai.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, cuaca ekstrem menyebabkan kenaikan harga cabai di Kepri imbas pasokan yang menipis.
"Kepri masih bergantung dengan provinsi lain untuk kebutuhan cabai lokal. Jika terjadi cuaca ekstrem, otomatis distribusi cabai di Kepri tersendat," kata Ansar.
Kendati begitu, ia mengimbau masyarakat tak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan cabai di Kepri, mengingat Pemprov Kepri senantiasa berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI guna memastikan stok dan harga cabai tetap stabil ketika dihadapkan dengan cuaca ekstrem.
"Kami pun gencar menjalin kerja sama antardaerah (KAD) terkait distribusi pemenuhan bahan pangan di Kepri, salah satunya cabai," demikian Ansar.
Baca juga:
Dinkes Batam pastikan calon pengantin sehat guna cegah risiko stunting pada anak
Kemenag Batam pastikan keabsahan pasangan dalam pernikahan lewat bimwin
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
