
Karimun Dirikan Posko Peduli Longsor Agam

Karimun (ANTARA Kepri) - Ketua Ikatan Keluarga Kabupaten Agam di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Mulyadi Sutan Pamuncak, akan mendirikan Posko Peduli Korban Longsor Agam.
"Kami turut berlangsungkawa atas musibah tanah longsor yang terjadi pada Minggu dini hari (27/1/2013) di Kampung Dadok, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya di Kabupaten Agam," ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
"Pendirian posko kami lakukan secara spontanitas, bertujuan untuk menghimpun bantuan dari masyarakat Karimun yang memiliki kepedulian terhadap bencana tersebut," katanya.
Mulyadi Sutan Pamuncak menuturkan pendirian Posko Peduli Longsor Agam berlokasi di Gedung Persatuan Keluarga Sumatra Barat, Jalan Pendidikan Tanjung Balai Karimun.
"Bila bantuan dari perantau asal Kabupaten Agam dan perantau asal Sumatra Barat khususnya serta masyarakat Karimun umumnya, bila sudah berhasil dihimpunnya. Secepatnya akan kami kirimkan ke lokasi musibah, sebagai bentuk kepedulian kami untuk turut meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, satu hari sebelum musibah tanah longsor itu terjadi, curah hujan di Kabupaten Agam sangat tinggi.
"Akibatnya sekitar 43 kepala keluarga (KK) di Balingka Kecamatan Ampek Koto, harus mengungsi ke Masjid Inyiak Seh Daud, akibat banjir dan sebanyak 200 kepala keluarga di Jorong Subarang terisolasi akibat jembatan putus, kemudian Minggu dinihari terjadi musibah tanah longsor di Kampung Dadok," ujarnya.
Dia menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya dari Bupati Agam, Indra Catri melalui pesan singkat ponselnya, mengatakan data sementara dari 11 KK korban musibah tanah longsor di Kampung Dadok yang berjumlah sebanyak 29 jiwa.
"Korban selamat sebanyak lima orang, luka-luka tiga orang, meninggal 7 orang, 13 orang lain masih dalam pencarian. Kemudian sebanyak tujuh unit kendaran roda dua dan satu unit mobil L 300 serta 12 unit rumah milik masyarakat tertimbun tanah longsor," jelasnya.
Sementara menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Agam, Monisfar, melalui pesan singkat ponselnya mengatakan, kondisi terakhir di Kampung Dadok, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
"Sekitar 3 hektar sawah milik masyarakat, satu hektar kebun yang ditanami jagung, satu hektar kebun yang ditanami kacang tanah turut tertimbun tanah longsor," katanya.
Menurut dia, musibah tanah longsor terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.
"Di Nagari Balingka, Kecamatan Ampek Koto, sebanyak tiga unit rumah milik masyarakat, dua ekor ternak kerbau dan empat unit kendaraan roda dua milik masyarakat hanyut oleh banjir. Saat ini masyarakat di sana masih terisolasi, karena jembatan satu-satunya putus," ucapnya.
Dia memaparkan sehari sebelum musibah longsor di Kampung Dadok, tanah longsor juga terjadi di Malalak dan Kota Kaciak.
"Tidak ada korban jiwa pada musibah tanah longsor di Malalak dan Koto Kaciak," katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
