
Bulog Tanjungpinang memperbanyak pelaku pendistribusian beras SPHP

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperbanyak pelaku pendistribusian beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) supaya penyerapannya bisa maksimal hingga akhir tahun 2025.
"Pendistribusian beras SPHP kini disalurkan mulai dari pengecer di pasar, rumah pangan kita (RPK), gerakan pangan murah (GPM), termasuk melalui kelembagaan, seperti TNI dan Polri," kata Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq di Tanjungpinang, Senin.
Arief mengatakan kebijakan itu sebagai upaya mengejar target serapan beras SPHP atau beras medium sebanyak 1.000 ton sampai Desember 2025. Sementara, jumlah beras SPHP yang telah disalurkan sepanjang Januari hingga September 2025, mencapai 500 ton.
Ia menyebut serapan beras medium Bulog di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) tahun ini cenderung menurun, dari yang biasanya 400-500 ton per bulan, menjadi 100 ton per bulan.
Penurunan itu, kata dia, sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI yang sempat menghentikan sementara penyaluran beras SPHP pada awal Februari 2026.
Di sela penghentian penyaluran beras SPHP, sambungnya, muncul merek beras kemasan baru yang dijual perusahaan lokal di Kepri dengan harga lebih murah atau di bawah harga eceran tertinggi (HET).
"Branding beras murah itu kini sudah telanjur melekat di masyarakat, sehingga permintaan beras SPHP menurun. Makanya kita gencarkan lagi pendistribusiannya melalui berbagai saluran penjualan resmi, termasuk penjualan di depan Gudang Bulog Tanjungpinang," ungkapnya.
Lanjut Arief menyebutkan saat ini total masih ada 2.600 ton beras SPHP di Gudang Bulog Tanjungpinang dan mampu memenuhi kebutuhan sampai penghujung 2025 bahkan hingga awal tahun depan.
Pihaknya tak ada melakukan penambahan beras SPHP. Harga eceran tertinggi beras SPHP kemasan lima kilogram dibanderol Rp57.000.
Selain itu, stok minyak goreng "Minyakita" masih tersisa sekitar 20.000 liter. Sepanjang Maret-Oktober 2025, total ada 50.000 liter Minyakita yang jual Bulog Tanjungpinang. Harga eceran tertinggi Minyakita Rp15.700 per liter.
"Kalau serapan minyak goreng sejauh ini tak ada kendala, karena harganya masih bisa bersaing di pasaran," ucapnya.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
