Batam (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim mengatakan wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki puncak musim hujan pada bulan November.
“Umumnya di wilayah Kepri bulan November ini merupakan puncak musim hujan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak saat dikonfirmasi di Batam, Jumat.
Dia menjelaskan selama puncak musim hujan ini curah hujan yang turun berkisar antara 150 milimeter (mm) dan bisa mencapai 300 mm bila terjadi cuaca ekstrem.
Menurut dia, puncak musim hujan terjadi di 79 persen wilayah Kepri, antara lain wilayah Maja, Natuna, Bintan, Batam bagian timur, Tanjungpinang, Dabo Singkep, Lingga, dan Anambas.
“Jadi 79 persen wilayah di Kepri mengalami puncak musim hujan,” ucap Ramlan Djambak.
Baca juga: Kemendikdasmen latih tenaga pendidik di Natuna bentuk generasi unggul
Memasuki puncak musim hujan, kata Ramlan, perlu diwaspadai baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, terkait potensi bencana hidrometeorologi.
Dia mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah perlu mempersiapkan diri dengan membersihkan lingkungan agar terhindar dari potensi genangan air dan longsor.
Selain itu pemerintah daerah perlu menata wilayah-wilayah yang rawan banjir, agar ketika terjadi cuaca ekstrem dapat diantisipasi. Demikian pula untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menangani kebencanaan, siaga dan waspada di daerah yang rawan longsor maupun banjir.
“Perlu kewaspadaan semua, potensi puncak musim hujan di bulan November karena dapat terjadi hujan ekstrem sehingga kewaspadaan lebih ditingkatkan bagi masyarakat, maupun pengelola sumber daya air dan kebencanaan, serta infrastruktur,” katanya.
BMKG, lanjut dia, secara berkala memberikan informasi harian dan mingguan, maupun informasi peringatan dini ketika terpantau perubahan cuaca yang menginformasikan terjadinya cuaca ekstrem.
Baca juga: Kemenko PM libatkan UMRAH dukung Sekolah Rakyat
“Setiap hari kami memperbaharui informasi perkembangan cuaca seperti apa, setiap ada informasi cuaca yang kami bagikan kepada masyarakat umum, maupun pengguna transportasi darat laut dan udara,” katanya.
Untuk pengguna transportasi darat, lanjut dia, diwaspadai terjadi genangan air yang mengakibatkan jalanan licin. Begitu pula dengan transportasi udara untuk memperhatikan informasi cuaca, terutama adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi mengganggu penerbangan.
“Transportasi laut juga, saat terjadi awan Cb, berwarna hitam gelap, tapi sekitarnya terang, berpotensi terjadi angin secara tiba-tiba dan hujan dengan intensitas deras, ini berpotensi mengganggu pelayaran. Ini yang perlu diwaspadai,” ujar Ramlan.
BMKG memprakirakan puncak musim hujan di wilayah Kepri berlangsung hingga Desember 2025.
Baca juga:
Pemkot Batam catat 230 pekerja migran dengan mayoritas jadi ART
Kejati Kepri sinergikan hukum & bisnis wujudkan kepastian usaha
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Waspada Kepri masuki puncak musim hujan pada November

Komentar