Batam (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai penerapan konsep ekonomi biru menjadi potensi besar bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memperkuat sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Direktur Pemberdayaan Usaha Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Catur Sarwanto mengatakan melalui kebijakan ekonomi biru, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara keberlanjutan laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kepri ini memiliki karakter kepulauan dengan potensi tangkapan ikan yang tinggi, sehingga penerapan ekonomi biru sangat relevan untuk memperkuat hilirisasi dan membuka peluang industri perikanan berkelanjutan,” ujar Catur dalam kegiatan "Kepri Economic Forum (KEF) 2025" yang diselenggarakan Bank Indonesia Kepri di Batam, Selasa
KKP mencatat, produksi perikanan tangkap Kepri mencapai sekitar 320 ribu ton per tahun, dengan komoditas unggulan seperti kakap, tongkol, kerapu, krisi, dan cumi. Sedangkan sektor perikanan budidaya didominasi oleh lele, udang, kakap, kerapu, dan patin.
“Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh melalui penguatan rantai pasok dan pengolahan hasil laut di daerah,” kata dia.
Menurut KKP, ekonomi biru menjadi strategi utama pembangunan sektor kelautan nasional, dengan menekankan pengelolaan laut secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.
Strategi tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni melindungi laut dan sumber daya alamnya melalui perluasan kawasan konservasi dan pengawasan aktivitas perikanan.
Kemudian mendorong penangkapan ikan secara terukur dan berkelanjutan, agar pemanfaatan sumber daya sesuai dengan kapasitas lingkungan, serta mengembangkan perikanan budidaya laut, pesisir, dan darat yang berkelanjutan, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Catur.
Selain mendorong peningkatan ekspor, ekonomi biru juga diharapkan memperkuat pasar dalam negeri.
Berdasarkan data KKP, konsumsi ikan nasional mencapai tujuh juta ton per tahun atau 25,31 kilogram per kapita, di mana 87 persen dikonsumsi dalam bentuk segar.
Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi pasar domestik yang bisa dioptimalkan daerah penghasil seperti Kepri.
Melalui pendekatan ekonomi biru, Catur berharap daerah-daerah kepulauan dapat memperkuat perannya dalam menjaga kelestarian laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Kita ingin memastikan pembangunan sektor perikanan tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir,” ujar Catur.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KKP: Ekonomi biru jadi potensi Kepri tumbuh di sektor perikanan

Komentar