
Sekolah Karimun Diminta Evaluasi Kelulusan Uji Coba

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta pihak sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat mengevaluasi rendahnya kelulusan siswa saat mengikuti "try out" atau uji coba soal-soal ujian nasional yang diselenggarakan pekan lalu.
"Kami minta pihak sekolah mempersiapkan langkah-langkah pemantapan terkait rendahnya kelulusan try out, terutama pada mata pelajaran yang nilainya paling rendah, yaitu Matematika dan Bahasa Inggris yang nilainya mengalami penurunan," kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Sudarmadi di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Sudarmadi menjelaskan, persentase kelulusan siswa SMP sederajat dalam "try out" yang dilaksanakan di seluruh sekolah hanya 21 persen dari jumlah siswa sebanyak 3.517 orang.
"Sekolah MTs dan SMP satu atap paling rendah persentase kelulusannya, bahkan MTs yang berjumlah 22 sekolah tidak lulus seratus persen. Karena itu, kami meminta kepada rekan-rekan di MTs agar memacu kemampuan siswa dalam menguasai setiap mata pelajaran. Kalau kelulusan siswa MTs rendah dalam ujian nasional nanti, maka akan mempengaruhi data secara keseluruhan," tuturnya.
Sementara itu, lanjut Sudarmadi, kelulusan siswa SMA dalam try out yang digelar tiga hari sekitar 55,5 persen dari total siswa sebanyak 2.499 orang.
"Kami yakin dan percaya bahwa pihak sekolah sudah melakukan evaluasi dan mempersiapkan pemantapan terhadap siswa. Nanti, pihak sekolah juga akan melaksanakan uji coba lanjutan untuk memperbaiki mata pelajaran mana yang belum dikuasai anak-anak," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan program khusus untuk mematangkan penguasaan mata pelajaran serta mengasah mental siswa yang nilainya paling rendah ketika mengikuti "try out".
"Program khusus itu sudah kami lakukan sejak tiga hari lalu yang dilaksanakan di Masjid Agung. Tujuannya untuk mempersiapkan mental dan psikologis untuk memotivasi siswa yang nilainya paling rendah," katanya.
Dia juga mengimbau pihak orang tua dan wali murid agar berperan aktif dalam mengawasi siswa sehingga benar-benar mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional.
"Kami minta orang tua bersama-sama memacu motivasi anak-anak sehingga mampu menjawab soal-soal, apalagi soal yang akan diujikan lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, soal tidak lagi empat paket, tetapi 20 paket yang berarti satu paket soal untuk satu siswa," tambahnya. (Antara)
Editor: Mulyo Sunyoto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
