DPRD Batam dorong sektor aviasi jadi motor ekonomi baru

id Kepri,batam,DPRD,Batam Aero Teknik,MRO,ekonomi ,aviasi

DPRD Batam dorong sektor aviasi jadi motor ekonomi baru

Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin (kiri kedua) saat menghadiri peresmian hanggar F Batam Aero Teknik (BAT) (ANTARA/DPRD Batam)

Batam (ANTARA) - DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk mendorong sektor aviasi sebagai salah satu motor ekonomi baru di Batam.

Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin mengatakan dengan hadirnya fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) modern membawa Batam memasuki fase baru pengembangan ekonomi berbasis aviasi.

“Selama ini, pertumbuhan Batam banyak ditopang industri manufaktur dan logistik. Kini, sektor dirgantara dinilai berpotensi menjadi lokomotif ekonomi berikutnya,” ujar Kamaluddin.

Ia menjelaskan hanggar F menjadi hanggar ketujuh yang dimiliki Batam Aero Teknik (BAT), menandai ekspansi berkelanjutan Lion Air Group di Batam.

“Kita melihat industri aviasi sebagai sektor strategis yang dapat menjadi andalan baru. DPRD tentu berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan dan regulasi yang memperkuat iklim investasi di sektor ini,” ujar dia.

Ia menilai investasi Lion Air Group dalam pengembangan fasilitas perawatan pesawat telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan penciptaan peluang baru bagi lulusan vokasi dan pendidikan teknik di Batam.

Kehadiran hanggar berstandar internasional juga memperkuat posisi Batam sebagai pusat layanan MRO terbesar di Indonesia.

Kamaluddin mengatakan DPRD akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, BP Batam, dan pelaku industri guna memastikan pengembangan ekosistem aviasi berjalan optimal.

Dukungan regulasi, kemudahan perizinan, serta penyediaan infrastruktur dinilai menjadi kunci untuk menjadikan Batam sebagai hub dirgantara regional.

DPRD Kota Batam menilai momentum ini harus dimaksimalkan untuk menjadikan sektor aviasi sebagai pilar baru ekonomi daerah.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE