Bulog Natuna salurkan 579 ton beras SPHP pada 2025

id Bulog,SPHP,Natuna,Kepri,Beras

Bulog Natuna salurkan 579 ton beras SPHP pada 2025

Ilustrasi beras program SPHP di Natuna, Kepri pada Januari 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil menyalurkan sebanyak 579 ton cadangan beras pemerintah (CBP) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada warga di wilayah perbatasan tersebut sepanjang tahun 2025.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian, dikonfirmasi di Natuna, Kamis, mengatakan jumlah penyaluran beras SPHP pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, disebabkan adanya penghentian sementara penyaluran selama tidak kurang empat bulan pada tahun berjalan.

“Adapun total beras SPHP yang berhasil disalurkan sepanjang 2025 mencapai 579.005 kilogram,” kata Pencius.

Ia menjelaskan, keberadaan cadangan beras pemerintah melalui program SPHP memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga beras, khususnya di daerah perbatasan, seperti Natuna yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal distribusi dan ketersediaan pangan.

Menurut dia, selain digunakan untuk program SPHP, stok CBP yang tersimpan di gudang Bulog Natuna juga dimanfaatkan untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, lanjut Pencius, total stok CBP yang tersedia di gudang Bulog Cabang Natuna tercatat sebanyak 1,02 juta kilogram. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna hingga empat bulan ke depan, sesuai dengan pola konsumsi dan kebutuhan daerah.

Bulog Cabang Natuna berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras guna mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Apabila stok yang dikuasai mulai menipis, maka akan dilakukan penambahan stok melalui mekanisme move regional dari wilayah lain,” ujarnya.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE